BERITA UTAMA

BPDPKS dan Samade Sumbar Komit Tingkatkan Keterampilan Petani Sawit

0
×

BPDPKS dan Samade Sumbar Komit Tingkatkan Keterampilan Petani Sawit

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Pembukaan pelatihan pengolahan lidi sawit menjadi produk ekonomis di UNP Hotel and Convention.

PADANG, METRO–Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Sawitku Ma­sa Depanku (Samade) ko­mit dalam meningkatkan keterampilan petani sawit.

Hal tersebut disam­pai­kan oleh Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Samade, Okslan Ju­ma Indri di hadapan 25 peserta dari kalangan pe­tani sawit asal Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar) saat mem­buka kegiatan pelatihan pengolahan lidi sawit men­jadi produk ekonomis di UNP Hotel and Convention, Sabtu (25/11).

“Kegiatan ini meru­pa­kan upaya Samade untuk pengembangan Usaha Ke­cil dan Menengah (UKM) Sawit yang mampu me­nam­bah penghasilan tam­bahan petani sawit,” ka­tanya.

Sementara itu, Senior Analis Divisi UKMK BPDKS, Ira Usdiana Saputri m­e­nga­takan,  pihaknya me­miliki misi yaitu menja­lankan ke­bijakan peme­rintah dalam program pe­ngembangan sawit ber­kelanjutan melalui peng­himpunan.

Kemudian, pengem­ba­ngan dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna secara profesio­nal dan akuntabel. “Tujuan­nya untuk ke­pen­tingan pe­ngembangan sum­ber daya manusia, pe­nelitian dan pengem­ba­ngan, promosi, perema­jaan, sarana dan prasarana (sarpras). Se­lanjutnya, pe­menuhan ke­butuhan pa­ngan, hilirisasi industri per­kebunan kelapa sawit, pe­nyediaan hingga peman­faatan bahan bakar na­bati,” katanya.

Ia mengatakan, kinerja BPDPKS didasarkan pada kemampuan menghim­pun, mengelola dan menya­lurkan dana. “Dana yang disalurkan akan membe­rikan dampak bagi p­ening­katan kinerja sektor sawit Indonesia,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Samade Sumbar, Junain­dra Sumawan mengata­kan, Samade komit untuk meningkatkan keteram­pilan petani sawit yang diharapkan dapat juga me­nambah penghasilan tam­bahan,” katanya.

Junaindra mengat­akan, produk yang bisa diha­silkan dari limbah lidi sawit, di antaranya, piring, tem­pat tisu, tas dan lain se­bagainya.

Sebanyak 25 petani sa­wit itu, katanya, diberikan pembekalan dan pelatihan di UNP Hotel and Convention di Kota Padang mulai Jumat hingga Senin (24-27/11).

“Tujuan dari pelatihan ini agar petani sawit bisa memanfaatkan limbah sa­wit dengan optimal se­hingga limbah itu tidak terbuang percuma begitu saja dan mengurangi pen­cemaran udara,” imbuh politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut. (*)