METRO SUMBAR

Wujudkan Pemilu Aman, Tertib, Bersih dan Berintegritas, Bawaslu Bangun Kampung Pengawasan Partisipatif

0
×

Wujudkan Pemilu Aman, Tertib, Bersih dan Berintegritas, Bawaslu Bangun Kampung Pengawasan Partisipatif

Sebarkan artikel ini
PENANDATANGAN NASKAH—Pj Walikota Sonny Budaya Putra usai penandatangan naskah perjanjian NPHD dengan KPU dan Bawaslu Padangpanjan foto bersama.

Mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang partisipatif di Kota Padang­panjang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, menjadikan sejumlah kawasan sebagai kampung pengawasan partisipatif. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Hidayatul Fajri, guna mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. “Saat ini tiga Kelurahan sudah menjadi kampung pengawasan diantaranya Kelurahan Sigando, Bukit Suru­ngan dan Pasar Usang,” jelas Hidayatul Fajri.

Sebelumnya, ungkap Hidayatul Fajri, pencana­ngan kampung pengawa­san tersebut telah didukung penuh oleh Walikota dan Forkopimda serta instansi vertikal, tokoh ma­syarakat serta stakeholder di tiga kelurahan sebagai pilot project.

Hidayatul Fajri berha­rap hadirnya Kampung Pengawasan tersebut ini pemilu yang partisipatif oleh masyarakat bisa terwujud. Kemudian, masya­rakat berani melapor jika terjadi dugaan pelanggaran pemilu. Selain itu, tercipta­nya pemilu yang a­man, tertib, damai dan berintegritas. Lalu, tidak ada hoax, ujaran kebencian, politisi sara, serta politik uang.

Wako Fadly menyampaikan, tugas pengawasan pemilu merupakan tugas cukup berat, membutuhkan kebersamaan.  “Pe­ngawasan pemilu memiliki tujuan yang luar biasa dan penting. Bagian dari sebuah proses. Bila titik awalnya baik, maka hasilnya akan baik pula. Proses ini perlu dikawal sebagai bentuk sumbangsih kita bersama. Melalui proses yang baik, maka bisa menghasilkan pemimpin yang baik pula,” katanya seraya me­nyebutkan dibutuhkan komitmen dan kejujuran.

Sementara Pj Walikota Padangpanjang Sonny Budaya Putra mengajak partisipasi masyarakat me­nyukseskan pemilu, menggunakan hak suaranya.

Baca Juga  Goro Bersama, Kodim 0311/ Pessel dan Polres Pessel Bantu Warga Terdampak Banjir

Di Padangpanjang, melihat catatan pemilu tahun 2018, hanya 60 persen yang memilih dari Daftar Pemi­lih Tetap (DPT). “Selain mengawasi, mari kita dorong para pemilih menggunakan hak suaranya. Semoga bisa terpilih pe­mimpin terbaik di negeri kita ini,” ujarnya.

Terpisah, Bawaslu Pro­vinsi Sumbar diwakili Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Muhammad Kha­dafi, S.Kom memuji pencanangan Kampung Pe­ngawasan Partisipatif Pe­milu 2024 ini.

Menurutnya, hal ini me­nunjukkan masyarakatnya yang sangat sadar akan pentingnya proses pemilu.  “Keterlibatan publik sangat penting, karena adanya Republik Indonesia ini a­dalah berkat partisipasi publik. Pemilu makin kesini makin baik,” tuturnya.

Dikatakannya lagi, Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilu adalah sebuah upaya menekan berbagai pelanggaran. Selanjutnya, Bawaslu memba­ngun frame sebagai badan yang melindungi hak peserta pemilu dan hak memilih, melindungi stakeholder kepemiluan.  “Saya ucapkan terima kasih, ma­syarakat mau melibatkan diri mewujudkan kampung pengawasan pemilu partisipatif.  Kalau bisa seluruh kelurahan. Ini merupakan agenda nasional,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan, Faiz Fauzan Datuak Bagindo Marajo menyebutkan, memilih pemimpin itu diatur dalam Islam. Sebaik pemimpin adalah pemimpin yang dicintai dan mencintai ma­syarakat.  Faiz Fauzan mengapresiasi sekaligus mendukung keberadaan kampung ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu badunsanak di Kota Padangpanjang  “baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur”. Yaitu sebuah ne­geri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

Baca Juga  Tingkatkan Prilaku Hidup Sehat

Dikatakannya, Bawaslu sebagai pengawas tidak bisa jalan sendiri. Butuh dukungan dari masyarakat untuk menyukseskan pe­nyelenggaraan pemilu. Maka perlu diadakan deklarasi kampung partisipatif ini. Diharapkan ke depan, ungkap Faiz Fauzia hal ini tidak hanya kegiatan seremonial saja, namun ada tindak lanjut. Bagaimana Bawaslu Padangpanjang bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi selama penyelenggaraan Pe­milu 2024.

“Kita minta kepada Bawaslu Kota  beserta jajaran  intensif berikan edukasi kepada masyarakat. Mereka harus tahu pelanggaran dalam pemilu, karena ma­syarakat bisa melaporkan jika ada pelanggaran. Namun mereka harus lebih tahu terlebih dahulu pe­langgaran apa saja yang dilaporkan. Semoga usai kegiatan ini masyarakat Padangpanjang memiliki pengetahuan pelanggaran yang ada dalam pe­mi­lu, ”ujarnya. (rmd)

Koordinator Divisi Pe­nanganan Pelanggaran Sengketa  Bawaslu Kota Padangpanjang Winda Ap­rizona mengatakan ada­nya kampung pengawasan ini untuk memastikan seluruh rangkaian tahapan pemilu berjalan lancar dan tertib. Tidak hanya Bawaslu dan jajaran, untuk mengawasinya dibutuhkan sambung tangan masyarakat untuk hal ini.

Hal ini, katanya, merupakan sebuah keperca­yaan dan tanggung jawab bagi masyarakat khusus­nya di Busur untuk dapat memberikan partisipasi dengan baik  Namun, untuk kelancaran pemilu so­sialisasi terus dilakukan khususnya apa apa saja yang menjadi kategori pe­langgaran. “Kita berharap masyarakat bisa melaporkan jika ada pelanggaran selama penyelenggaraan pemilu. Sehingga Pemilu 2024 nanti berjalan dengan baik, tertib tanpa ada gang­guan,”katanya.(rmd)