Ladang sawit yang dijadikan tempat mengubur seorang IRT di Padangpariaman.
PARIAMAN, METRO–Perlahan, tabir pembunuhan Afrezi Arifin (20), – Ibu muda yang dibunuh dan dikubur di bawah pohon sawit oleh Z (20) suaminya – mulai terkuak. Sabtu (26/9) malam, polisi berhasil meringkus Al (23), yang ikut serta menggali tanah untuk kuburan Afrezi, yang usai ditusuk tiga lubang oleh suaminya sendiri.
Penangkapan Al langsung dipimpin Wakapolres Pariaman Kompol Aksalmaldi. Dia diringkus di rumah bakonya, Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu. Sewaktu digerebek, Al takut bukan main. Dia menggigil sewaktu polisi meringkusnya.
“Dia ikut serta menggali tanah untuk kuburan Afrezi,” ungkap Aksalmaldi, Senin (28/9) siang.
Diketahui, Afrezi berjanjian dengan Z, suaminya di gubuk reot areal kebun sawit Dusun Kuku Alang, Korong Kototinggi Paingan, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. Di sana pula Afrezi dihabisi dengan pisau dapur oleh suaminya sendiri. Dadanya ditikam, perut ikut pula disobek, hingga ususnya keluar. Terburai.
Usai dieksekusi di gubuk reot, tubuh Afrezi lalu diseret ke luar. Saat itulah, Z yang panik mengetahui istrinya tewas, meminta bantuan kepada Al agar mau menemaninya menggali kuburan. “Saya diminta untuk membantunya menggali kuburan. Itu saja. Tidak ikut pula membunuh,” ungkap Al yang kini diamankan di Mapolres Pariaman.
Pengakuan Al, dia sempat menolak untuk membantu Z, rekannya itu. Sebab, dia takut. Namun, karena terus didesak, akhirnya dia ikut juga membantu. “Saya sangat takut waktu itu. Tapi, terus didesak untuk membantu menguburkan saja. Saya bantu untuk menguburkan,” papar Al.
Usai menguburkan jasad Afrezi, Al dirundung takut. Dia cemas ditangkap polisi. Sebab itulah, dia kabur ke rumah bakonya yang ada di Bungus. Ketakutan Al rupanya berasalan. Polisi memang benar tahu kalau dia ikut serta, hingga akhirnya diringkus. ”Sekarang Al dalam pemeriksaan penyidik untuk mengetahui keterlibatannnya dalam kasus Z yang nekat membunuh istrinya,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Hidup Mulia.
Usai menangkap Al, kini polisi membidik Z yang menjadi aktor utama dalam pembunuhan Afrezi. Kabarnya, usai membunuh, Z langsung meninggalkan Padangpariaman dan pergi keluar provinsi. “Kemana pun dia kabur, akan diburu. Ini kejahatan serius yang mesti dituntaskan,” sebut Hidup Mulia.
Salah satu cara yang dilakukan polisi adalah dengan menyebar foto Z ke sejumlah Polres dan Polsek. Kini, Z bukan saja buruan Polres Pariaman, tapi sudah jadi buruan polisi secara nasional. “Foto dan identitasnya telah disebar ke seantereo negeri untuk memudahkan penangkapan. Kini, dia buruan Polri,” tutur AKP Hidup Mulia.
Kemudian katanya, Jajaran Polres Pariaman meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri kepada polisi. Selanjutnya, Polres Pariaman mendorong pihak keluarga untuk mencari pelaku. (efa)





