INDARUNG, METRO —Revitalisasi goa kelelawar di kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, resmi dimulai. Kamis (23/11), Pemerintah Kota Padang bersama PT. Semen Padang melaksanakan pencanangan yang dilakukan di dekat goa kelelawar yang masih asri tersebut.
Wako Hendri Septa mengatakan, goa kelelawar tersebut memiliki keunikan tersendiri, dimana keunikan tersebut di lirik oleh masyarakat lokal maupun mancanegara.
“Kita memiliki potensi kekayaan alam yang cukup banyak, yang dilirik kali ini adalah Goa kelelawar, dimana ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pariwisata di bagian Timur Kota Padang,” ucap Wako Hendri Septa.
Beberapa waktu lalu saat dia bersama tim memonitoring ke dalam gua yang memiliki panjang sekitar 150 meter kedalam itu, sehingga terpikir untuk mengembangkan sehingga menjadi suatu objek wisata yang digemari.
Untuk mencapai titik pintu goa, di rencanakan akan dibangun jembatan walk way interior atau jalan setapak dan dihubungkan dengan jembatan penghubung yang dalam rencana rancangannya terbuat dari rangka bambu.
Ditegaskannya, meski akan direvitalisasi dengan penampilan yang lebih bagus, tetapi ekosistem serta habitat dari goa kelelawar tersebut akan terus dijaga. “Kita melakukan pengembangan terhadap goa, tanpa merusak habitat asli dari kelelawar tersebut,” katanya.
Katanya, ide awal pengembangan objek wisata Kelelawar ini berawal ketika pada tahun 2021 lalu bersama Kapolresta Padang yang lama, dan kebetulan orang asli Lubuk Kilangan mengunjungi lokasi tersebut.
“Saat dilihat ke dalam, ternyata keindahan gua luar biasa. Dari sanalah timbul pikiran untuk bagaimana masyarakat umum bisa ikut menikmati keindahannya gua dengan akses yang mudah, bersama PT Semen Padang bersama-sama kita kembangkan, nanti akan ada lampu-lampu yang indah sehingga dapat diminati masyarakat,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan oleh PT Semen Padang untuk pengembangan goa kelelawar ini diberikan dana Rp500-600 juta.
Di goa kelelawar tersebut, untuk menjaga keamanan serta keselamatan pengunjung nantinya akan bergantian untuk memasuki di dalam goa. Dimana dapat dimasuki oleh 20 orang.
“Selain itu, untuk menjamin keselamatan pengunjung direncanakan dibuat pagar gantung yang dapat digunakan pengunjung untuk menuntun jalan, dan juga akan disediakan helm untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadinya gempa bumi ketika berada di dalam goa,” katanya.
Sementara jalur baru yang digunakan sebagai akses masuk sehingga tidak melewati PT Semen Padang lagi, sudah dalam rancangannya. Dimana akan dibangun jalan sepanjang lebih kurang 3 kilometer. (brm)






