SIJUNJUNG, METRO–Sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, seorang pemuda yang sedang menjalani pengobatan penyakit epilepsi ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Batang Sukam, Jorong Padang Ranah, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (18/11).
Saat ditemukan, korban bernama Ridwan (22) yang biasa dipanggil Amin ini posisi tubuhnya mengambang tertelungkup. Korban masih mengenakan celana jeans dan baju kaos. Penemuan mayat itu sontak membuat geger warga setempat dan langsung berdatangan ke lokasi.
Tak lama, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Polisi dan TNI datang setelah mendapatkan laporan. Tim pun mengerahkan perahu karet dengan beberapa personel untuk mengevakuasi jasad korban. Setelah itu, jasad korban dibawa ke rumah sakit lalu diserahkan kepada keluarganya.
Kapolsek Sijunjung AKP Usman Nurwidi mengatakan, korban merupakan warga Jorong Ganting, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung. Menurutnya, Korban dilaporkan telah hilang selama tiga hari atau meninggalkan rumah pada Rabu, (15/11) sekitar pukul 08.00 WIB.
“Diketahui, korban tengah menjalani masa pengobatan epilepsi di Poli Jiwa RSUD Sijunjung. Pihak keluarga sendiri telah melakukan upaya pencarian, namun yang bersangkutan belum ditemukan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek,” kata AKP Usman Nurwidi kepada wartawan, Minggu (19/11).
Dijelaskan AKP Usman Nurwidi, mendapat laporan dari keluarga, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pemerintahan nagari dan BPBD Sijunjung untuk melakukan pencarian.
“Pencarian korban dimulai pada Jumat (17/11) pukul 14.00 WIB oleh personel Polsek Sijunjung, BPBD Sijunjung, Wali Nagari Sijunjung dan perangkat, serta puluhan masyarakat setempat,” ungkap AKP Usman Nurwidi.
AKP Usman Nurwidi menambahkan, wilayah pencarian difokuskan di ladang, kebun, dan sungai dalam wilayah Jorong Ganting, Nagari Sijunjung, sesuai dengan kebiasaan sehari-hari korban.
“Namun hingga Jumat malam korban belum ditemukan. Karena belum menemukan hasil, pencarian tersebut dialnjutkan pada Sabtu pagi dengan melibatkan kekuatan yang lebih banyak dari Polsek Sijunjung, Tim SAR dan BPBD, dan masyarakat utusan dari 10 Jorong di Nagari Sijunjung,” ujarnya.
Setelah dilakukan pencarian dan area penyisiran diperluas, kata AKP Usman Nurwidi, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia.
“Usai ditemukan, jasad korban dievakuasi ke rumah sakit sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Untuk penyebab tewasnya korban di aliran sungai, kami belum bisa menyimpulkannya karena masih dalam proses penyelidikan,” tutupnya. (ndo)






