METRO SUMBAR

Festival Anak Sumbar 2023 Meriah, Menikmati Masa Bahagia Bermain Bersama Anak 

0
×

Festival Anak Sumbar 2023 Meriah, Menikmati Masa Bahagia Bermain Bersama Anak 

Sebarkan artikel ini
BAHAGIA—T erlihat anak-anak bahagia bermain ditemani orang tuanya pada ajang Festival Anak yang digelar dua hari di Istana Gubernur Sumbar, Sabtu-Minggu (18/19/11).

PADANG, METRO–Sabtu pagi (18/11) cuaca terlihat cerah di langit Kota Padang. Pemanda­ngan yang tidak biasanya terlihat di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Istana Gubernur yang biasanya sepi pagi itu terlihat ramai oleh anak-anak dan orang tua.  Terlihat panggung cukup besar  berdiri di tengah lapangan Istana Gubernur. Di pinggir panggung itu terlihat tenda-tenda darurat cukup besar dipasang. Di bawah tenda terlihat ramai anak-anak berpakaian seragam TK dan Paud sedang bermain berbagai wahana puzzle (teka-teki bongkar pasang gambar) dan aneka permainan lainnya.

Juga terlihat tenda-tenda yang di bawahnya terdapat banyak bantal besar. Anak-anak dan orang tua bersantai rebahan di atasnya. Di tenda ituterlihat seorang perempuan muda berjilbab sedang asyik menemani putrinya bermain permainan puzzle.  Sesekali dia mengarahkan anak­nya untuk menyusun puzzle.

Di saat bersamaan perempuan berinisial (YF) (28) itu dan anaknya IZ (6) , sekali-sekali mengarahkan pandangannya ke panggung besar menyaksikan pertunjukan drama musikal cerita anak-anak. Cerita yang membuat anak-anak­nya bertanya meminta pen­jelasan lebih kepada dirinya, tentang arti dan makna dari cerita yang diperagakan oleh remaja yang tergabung dalam Forum Anak tersebut.

Dengan senang hati YF menjelaskan secara detailnya kepada anaknya terhadap pesan yang disampaikan cerita drama mu­sikal tersebut. Namun, air mata YF sembab, ketika dirinya menyaksikan drama musikal lainnya yang bercerita tentang anak yang dibully dan juga cerita anak yang mengalami kekerasan dari orang tua­nya. Seketika itu, dirinya langsung memeluk anak­nya. Anaknya lalu memba­las pelukan dirinya dan berkata “Mama jangan sedih. IZ akan selalu melindungi Mama “ ucap IZ de­ngan nada pelan.

Mendengar kalimat anak­­nya, YF pun juga me­ng­ungkapkan permintaan maafnya kepada IZ, karena dirinya belum mampu memberikan kebahagiaan sepenuhnya kepada anak­nya. Menghabiskan waktu bermain seharian bersama anak satu-satunya di Istana Sumbar menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi YF. Perempuan yang baru saja ditinggal suaminya itu terlihat begitu bahagia mendampingi putrinya IZ saat menghadiri Festival Anak yang digelar di Istana Gubernur Sumbar.

YF adalah seorang korban KDRT. Kekerasan fisik yang dialaminya begitu menyakitkan baginya. Bahkan, penderitaan yang dialaminya dari kekerasan mantan suaminya ingin selalu dikenangnya de­ngan memasang foto wajahnya luka lebam di Instastory Instagram (IG)-nya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kenangan terakahir dirinya dan perlakuan mantan suaminya yang dicintainya kepada dirinya.

Meski mengalami KDRT, dirinya tidak memproses hukum suaminya. Dirinya mengikhlaskan perbuatan suaminya. Namun, ke­ke­rasan fisik yang dialami­nya tersebut dirinya terpaksa harus memilih jalan pahit meninggalkan suaminya dan rela hidup sendiri bersama anaknya.

YF mengaku cukup se­nang menemani anaknya bermain hari itu. Bahkan dirinya rela meluangkan waktunya tidak masuk be­kerja sebagai marketing salah satu produk perusahaan swasta di Kota Pa­dang demi anak semata wayangnya. “Biasanya tiap hari, ketemu anak pagi hari mengantarkannya seko­lah. Lalu malam hari setelah pulang kerja. Biasanya selama kerja, anak dititip ke nenek di rumah kontrakan,” keluhnya.

Tidak dipungkirinya, sejak ditinggal suaminya, hidup YF benar-benar su­sah. Dia harus menanggung biaya untuk bertahan hidup bersama anaknya sendirian. Namun, semua­nya dijalani YF dengan sabar dan ikhlas. “Ya mau gimana lagi, kalau tidak be­kerja tidak makan,” ung­kapnya sambil tersenyum.

Pagi itu, YF terlihat bahagia bersama anaknya. Tidak hanya sekedar me­nemani anaknya bermain, dirinya mendapat pelajaran berharga dari pesan-pesan yang disampaikan melalui pertunjukan. Kebahagiaan YF makin tidak terbendung. Karena hari itu dirinya bertemu langsung dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy. Bahkan Audy ber­kesempatan menerima ajakan dirinya, yang meminta orang nomor dua di Sumbar itu berfoto bersama anaknya. Saking bahagianya, YF bahkan memajang foto anaknya bersama Audy di Swatus Whats­App (WA) nya hari itu juga.

Festival Anak pertama di Sumbar bertajuk ‘Pertemuan di Taman Bermain’ berlangsung di Aula dan Taman Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang pada 18-19 November 2023. Gelaran ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A P2KB) Sumbar sebagai peringatan puncak hari anak sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November 2023.

Kepala DP3AP2KB Sumbar, Dra Hj Gemala Ranti MSI menyebutkan helatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman tentang pentingnya ruang publik yang ramah anak. “Pengalaman bermain di ruang publik membentuk fondasi karakter dan keterampilan yang tidak ternilai. Anak-anak yang aktif di ruang publik memiliki peluang lebih besar untuk men­jadi individu kreatif, mandiri, dan memiliki ke­terampilan sosial yang kuat,” katanya.

Gelaran ini juga didu­kung oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud­ris­tek melalui helatan budaya Galanggang Arang. Galanggang Arang sendiri merupakan aktivasi untuk menggali dan merawat kebudayaan di sepanjang kawasan WTBOS, program prioritas Direktorat Pe­ngembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kemdikbudristek RI yang diluncurkan tanggal 19 Oktober lalu di Padang.

Judi Wahyudin, Direktur Perlindungan Kebudayaan, Dirjen Kebuda­yaan Kemendikbudristek memberi apresiasi pada kegiatan ini. “Festival ini berhasil membuktikan Is­tana Gubernur Sumbar bisa menjadi ruang yang inklusif sebagai tempat bermain anak. Selain itu, kegiatan ini bisa beririsan dengan Galanggang A­rang, di mana pengeta­huan Warisan Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) diperkenalkan sejak dini kepada anak,” puji­nya.

Mahatma Muhamad, Kurator Festival Anak se­kaligus Galanggang Arang menjelaskan, setiap anak di Sumbar pewaris yang me­ngambil peran penting pelestarian sekaligus kom­pleksitas persoalan yang mengancam atribut dan properti dari warisan budaya tersebut. “Pengetahuan terkait WTBOS pen­ting didistribusikan kepada anak di Sumbar sebagai warisan dunia yang harus dirawat, manfaatkan dan kembangkan dalam berbagai eksplorasi kerja kreatif dan penciptaan karya, “jelasnya.

Pembukaan Festival Anak semakin dimeriahkan dengan senam bersama Forum Anak dan anak PAUD Kota Padang, pertunjukan musik Saandiko, pantomime dari Anak Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPLB Padang, dan pertunjukan tari Sanggar Seni Cahayo Bundo.

Selain itu banyak kegiatan menarik selama 2 hari berturut-turut. Ada lomba kolase tema WTBOS yang melibatkan interaksi anak dan orang tua. Ada pameran karya lukis kurasi, pameran Galanggang Arang di Festival Anak dengan materi lukisan serta video narasi WTBOS oleh Forum Anak 7 Kabupaten Kota dan panggung ekspresi dari Forum Anak 19 Kabupaten Kota di Sumbar.

Tak ketinggalan pertunjukan tari dari Majesty Minangkabau Kids, pertunjukan tari Kata Gerak, Lomba tari kreasi SD, pertunjukan Teater Tanah Ombak, Pertunjukan Boneka Ventriloquist oleh Obe Jo Gogo, dan Penganugrahan Forum Anak. Juga ada kelas belajar terkait konvensi hak anak, kesehatan mental, dan lingkungan hidup. Serta, kelas bermain tentang kreativitas clay, menggambar, dan pemanfaatan me­dia.(fan)