METRO PADANG

Hingga November, Kematian Ibu Hamil Capai 17 Kasus, Srikurnia: Disebabkan Pendarahan Sebelum dan Pascamelahirkan

0
×

Hingga November, Kematian Ibu Hamil Capai 17 Kasus, Srikurnia: Disebabkan Pendarahan Sebelum dan Pascamelahirkan

Sebarkan artikel ini
Srikurnia Yati kepala dinkes padang

AIE PACAH, METRO–Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengimbau agar calon ibu atau ibu hamil melaku­kan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali selama masa ke­hamilan­nya.

Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko kehamilan, termasuk risiko ibu meninggal. “Calon ibu-ibu untuk memeriksakan kehamilannya 6 kali selama masa kehamilannya,” kata Srikurnia Yati, kemarin.

Menurutnya, kematian pada ibu di Kota Padang setiap tahun mengalami penurunan. Meskipun begitu pihaknya mengharapkan zero.

“Tahun ini sampai November ada 17 kasus kematian ibu hamil, di atas 50 persen itu kasusnya ditangani rumah sakit,” ujarnya.

Ia menambahkan pe­nye­bab dominan kematian ibu karena pendarahan sebelum dan pasca melahirkan.

Baca Juga  Perdana, Pemko Padang Isi Jabatan Pranata Humas

Di sisi lain, kematian pada ibu lebih banyak disebabkan komplikasi yang terjadi sebelum dan saat masa kehamilan. Karena itu, kualitas pelayanan ke­sehatan bagi ibu dan bayi perlu ditingkatkan, mulai dari pelayanan pranatal, persalinan, hingga setelah persalinan.

Untuk mengurangi kasus kematian ibu, Dinas Kesehatan memerintahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pil penambah darah pada ibu hamil. Serta mengimbau calon ibu-ibu untuk memeriksakan kehamilannya 6 kali selama masa kehamilannya.

“Pemeriksaan kandungan sangat penting bagi kelangsungan kesehatan ibu hamil dan calon bayinya. Hal tersebut diatur lewat Permenkes No. 25 tahun 2014 Pasal 6 ayat 1b tentang pemeriksaan rutin kehamilan,” ulasnya.

Baca Juga  Sambut HUT ke-60, Bank Nagari-Pemprov Sumbar Tanding Sepakbola Persahabatan

Dijelaskan, rutin memeriksa kandungan adalah hal yang penting selama kehamilan. Pemeriksaan kehamilan, atau yang juga sering disebut antenatal care, dapat membantu dok­­­ter mengetahui kondisi ke­sehatan tubuh ibu dan janin.

Jika dokter mencurigai adanya risiko terkait kondisi kesehatan tertentu, berbagai tes kesehatan akan dilakukan untuk memastikan diagnosisnya.

Pada pemeriksaan kan­dungan yang kedua dan seterusnya, dokter akan terus memeriksa kondisi kesehatan ibu dan janin. Dokter juga memastikan bayi tumbuh sesuai yang diharapkan dan mulai meng­hitung hari perkiraan lahir (HPL).

Selama sesi periksa kandungan rutin, dokter akan menjelaskan pentingnya pemenuhan nutrisi saat kehamilan (seperti asam folat, kalsium, dan zat besi). (brm)