METRO PADANG

Cegah Gangguan Kamtib di Rutan Kelas IIB, Kamar Napi Digeledah, Benda Terlarang Ditemukan

0
×

Cegah Gangguan Kamtib di Rutan Kelas IIB, Kamar Napi Digeledah, Benda Terlarang Ditemukan

Sebarkan artikel ini
PENGGELEDAHAN— Rutan Kelas IIB bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek dan Koramil Koto Tangah, melakukan penggeledahan kamar WBP, Rabu (15/11) malam. Dalam penggeledahan tersebut, petugas masih menemukan sejumlah benda terlarang disimpan para napi tersebut.

ANAK AIA, METRO–Tim gabungan merazia kamar hunian Warga Bi­naan Pemasyarakatan (WBP) Ru­mah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang, Rabu (15/11) ma­lam. Penggeledahan se­bagai bentuk upaya pen­cegahan deteksi dini gang­guan kamtib di Rumah Ta­ha­nan Negara Kelas IIB Padang.

Kepala Rutan (Karutan) Padang, Welli mengatakan razia dilakukan bertujuan sebagai deteksi dini gang­guan kamtib demi men­jaga Rutan dari peredaran ba­rang terlarang seperti nar­koba, minuman keras dan barang yang membaha­yakan. Selain itu, sebagai bukti komitmen dari selu­ruh jajaran Pemasyarakatan untuk dapat menciptakan Pemasyarakatan yang ber­sih dari barang terlarang.

“Hari ini kita meli­bat­kan tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek dan Koramil Koto Tangah dengan sasaran barang terlarang seperti HP, sajam, narkotika dan barang terlarang lainnya yang tidak semestinya dimiliki oleh WBP di dalam Rutan,” ungkap Welli.

Ia mengatakan, selain bersama APH, pihaknya juga selalu mengadakan razia rutin untuk mencegah gangguan kamtib dan peredaran narkoba di dalam Rutan tersebut.

Dalam penggeledahan itu, lanjut Welli, petugas masih menemukan beberapa benda atau barang terlarang berupa Handphone, alat cukur yang termasuk benda tajam, dan sejumlah barang terlarang lainnya.

“Hasil barang bukti penggeledahan ini langsung kita musnahkan dan dimasukkan ke dalam kotak barang sitaan,” tegasnya.

Selain melakukan peng­geledahan terhadap keberadaan barang-barang terlarang, pihaknya juga me­lakukan pengambilan sample tes urine bagi warga binaan. “Alhamdulillah, dari be­berapa sample tes urine ter­sebut tidak ditemukan warga binaan kita yang positif Narkotika,” katanya. (brm)