AGAM/BUKITTINGGI

Miliki 16.247 Ha Perhutanan Sosial, Bupati Harapkan Adanya Bantuan Pengelolaan

0
×

Miliki 16.247 Ha Perhutanan Sosial, Bupati Harapkan Adanya Bantuan Pengelolaan

Sebarkan artikel ini
MENGHADIRI— Bupati Agam, Andri Warman menghadiri kegiatan dengan Dinas Kehutanan Sumbar, di Baso, Rabu (15/11).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk melestarikan hutan yang ada di daerah itu.

“Apalagi hutan sumber perekonomian masyara­kat di Agam,” ujarnya saat menghadiri kegiatan dengan Dinas Kehutanan Sum­bar, di Baso, Rabu (15/11).

Kini katanya, ada namanya perhutanan sosial yang bisa dikelola masya­rakat sekitar kawasan hutan, da­lam meningkatkan pereko­nomian. Sesuai data KPHL Agam Raya, pada 2023 perhutanan sosial di Agam mencapai 16.247 hektar, berasal dari 17 nagari dan 7 kecamatan dan penerima manfaat sebanyak 285.820 jiwa.

“Ini artinya masya­rakat diperbolehkan pemerintah untuk mengelola hutan tanpa merusak kelestariannya, yang dilaksanakan dalam kawasan hutan ne­gara,” sebutnya.

Andri Warman mengaku sudah mengunjungi beberapa nagari yang memiliki perhutanan sosial ini, sehingga diharapkannya pengelolaan dilakukan tidak merusak kelestarian hutan.

“Di perhutanan sosial ini ada yang budidaya madu galo galo, bahkan hasilnya sangat menjanjikan dalam peningkatan perekonomian,” jelasnya.

Mengingat luasnya per­hutanan sosial di Kabupaten Agam, dirinya berharap baik kepada pemerintah provinsi maupun pusat, agar dapat membantu ma­syarakat dalam pe­ngem­bangan usaha tersebut.

“Kita berharap bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk ma­syarakat, dalam pengelolaan perhutanan sosial ini,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Andri Warman mengukuhkan Forum Komunikasi Pe­ngelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Nagari (FKPHBMN) Agam Raya, yang bergerak dalam pengelolaan kawasan hutan melalui program perhutanan sosial di Kabupaten Agam.

Tidak hanya itu, bupati akrab disapa AWR juga memilih tiga pohon yang akan diasuh, dari tiga nagari memiliki hutan lindung di Kabupaten Agam. (pry)