METRO PADANG

Warga Kota Padang Diajak Berdonasi untuk Palestina, Andree: Ayo Bantu Saudara Kita di Gaza

0
×

Warga Kota Padang Diajak Berdonasi untuk Palestina, Andree: Ayo Bantu Saudara Kita di Gaza

Sebarkan artikel ini
Andree H Algamar Sekretaris Daerah Kota Padang

AIE PACAH, METRO– Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree H. Algamar mengajak seluruh warga melakukan donasi sukarela untuk membantu warga Palestina yang ter­dampak akibat serangan agresi Israel. Se­ruan ini disampaikan tidak saja mem­bantu warga Palestina yang terdampak, akan tetapi juga membantu pemulihan Palestina apabila perang telah berakhir nantinya.

“Mari kita bantu saudara kita di Palestina dengan mengumpulkan donasi sukarela,” ajak Sekda Kota Padang Andree Algamar, Selasa (14/11).

Andree mengimbau agar penggalangan donasi terus dilakukan. Termasuk di masjid dan mushalla.

“Selain donasi, mari kita doakan juga saudara kita di Palestina,” katanya.

Ia juga mengapresiasi penggalangan dana yang telah dilakukan selama ini. Termasuk pengumpulan donasi yang dilakukan “Rang­kiang Peduli Negeri”. Donasi yang dikumpulkan dari warga Padang dan ASN Pemko Padang, diberikan dalam bentuk air bersih bagi masyarakat Palestina.

“Setelah bantuan ambulance kita berikan be­berapa waktu lalu, kini kita lanjutkan dengan mem­berikan bantuan air bersih melalui ‘Rangkiang Peduli Negeri’,” ungkap Andree.

Andree menegaskan bahwa Pemko Padang dan masyarakat Kota Padang akan selalu bersama Pa­lestina dalam memper­juangkan ke­merdekaan dari jajahan Israel. Andree juga mengucapkan teri­makasih kepada warga Padang dan keluarga besar Pemko Padang yang sudah berdonasi untuk Palestina.

Baca Juga  Jalan Samping Pasar Lubuk Buaya Segera Diperbaiki

Diketahui, lembaga so­sial “Rangkiang Peduli Ne­geri” telah menyalurkan air bersih bagi Palestina pada 8 November 2023 kemarin. Ketua Rangkiang Peduli Negeri, Zeng Wellf menyebut, jumlah syuha­da meningkat di Palestina menjadi 10.569 orang. Hing­ga saat ini lebih dari satu juta jiwa bertahan di Gaza tanpa ketersediaan pa­ngan, air, obat-obatan dan tempat tinggal yang cukup.

Kondisi terkini, se­jum­lah rumah sakit dan fasili­tas medis utama di Gaza kewalahan dan berhenti beroperasi ketika perang Israel-Hamas bertambah sengit. Fokus perhatian tertuju pada Al-Shifa, ru­mah sakit terbesar di Ga­za. Di RS ini, ribuan orang terjebak akibat pertem­puran sekitar.

Hingga Selasa (14/11) pagi waktu setempat, ru­mah sakit Al-Shifa tersebut masih terisolasi dari dunia luar.

Doctors Without Borders (MSF) melaporkan Israel bahkan mengerahkan penembak jitu untuk me­nembaki setiap orang yang keluar masuk dari RS Al Shifa. Banyak mayat juga dilaporkan berserakan di depan rumah sakit.

Baca Juga  Pengurangan Risiko Bencana, Penyandang Disabilitas juga Mampu Menolong Korban

Para dokter dan pengu­rus RS Al Shifa menutur­kan drone-drone Israel te­rus berterbangan di kom­pleks rumah sakit dan me­nembaki setiap objek yang bergerak.

Seorang petugas medis tewas tertembak drone Israel saat berusaha menca­pai ruang inkubator untuk menolong bayi prematur.

Dunia mengecam ke­ras pengepungan RS Al Shifa ini, namun Israel berdalih rumah sakit ini menjadi sarang fasilitas Hamas.

Diketahui, sebanyak 22 dari sekitar 35 rumah sakit di Gaza lumpuh total sejak agresi Israel ke wilayah itu pada 7 Oktober lalu. Per Senin (13/11), korban tewas akibat agresi Israel ini juga telah mencapai 11.240 orang. Sebanyak 4.630 dari total korban tewas tersebut merupakan anak-anak, dan 3.130 lainnya meru­pakan perempuan.

Jumlah korban tewas agresi Israel ke Gaza da­lam sebulan lebih ini melampaui jumlah korban meninggal dunia akibat invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022.

Sementara itu, Or­gani­sasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan 36 fa­si­litas kesehatan termasuk 22 rumah sakit rusak sejak perang dimulai pada 7 Oktober, dan hanya sege­lintir yang sekarang masih beroperasi. (brm)