Oleh: Reviandi
Daerah pemilihan (Dapil) DPRD Sumbar 5 memiliki kursi yang sedikit dibanding Dapil lainnya. Hanya enam kursi yang diperebutkan oleh para Caleg dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Enam incumbent semuanya kembali maju di Dapil ini, meski dua di antaranya merupakan PAW karena Pilkada Limapuluh Kota.
Partai Gerindra sebagai partai pemenang Pemilu 2019 masih mengandalkan dua kadernya untuk meraup suara Luak Limopuluah ini. Di nomor urut 1 ada incumbent Nurkhalis Dt Bijo Dirajo yang juga ketua DPC Partai Gerindra Payakumbuh. Dt Bijo cukup aktif menggarap suara baik di Kota atau Kabupaten. Diperkirakan, dia masih akan menjadi andalan Gerindra untuk mendapatkan suara, meski akan sulit kembali seperti Pemilu lalu.
Nomor urut 2 ada Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Wulan Denura yang akan dipromosikan naik kelas. Wulan cukup dikenal di Payakumbuh dan diperkirakan bisa meraup suara perempuan. Sementara nomor urut 3 diisi Ketua DPRD Sumbar Supardi diberi nomor urut 3. Dia disebut-sebut akan fokus mengikuti Pilwako Payakumbuh 2024 mendatang, meski tetap harus berjuang pada Pemilu 2024.
Caleg perempuan Elsawati mendapatkan nomor urut 4 dan akan berjuang mendapatkan suara kaumnya. Nomor urut 5, Gerindra menempatkan seniman kreatif Dendy Selmaeza. Seorang blogger yang fokus terhadap dunia pariwisata, berasal dari Payakumbuh. Nomor terakhir, 6, ada nama Asyirwan Yunus yang pernah menjadi Wakil Bupati Limapuluh Kota 2010-2015. Dia juga sempat maju di Pilwako Payakumbuh 2020 meski belum beruntung. Gerindra cukup siap menghadapi Pemilu di Dapil ini.
Partai Golkar yang pada 2019 kursinya dimenangkan Safaruddin yang sekarang menjadi Bupati Limapuluh Kota kembali menempatkan incumbent Drh Nela Abdika Zamri di nomor urut 1. Meski 2019 menjadi PAW-nya Safaruddin, kali ini Nela tentu tak mau main-main. Nomor urut 1 yang dipegangnya tentu akan dimaksimalkannya, dari kejaran nomor urut 2 Syamsul Mikar. Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota saat ini.
Nomor urut 3 ada nama Yogi Nofrizal, seorang pengusaha muda asal Sumatra Barat yang inspiratif. Dia diketahui punya Rantau Textile yang cukup dikenal di DKI Jakarta. Mega Zusmanurni mengisi posisi nomor urut 4. Dia adalah ketua Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI) Kabupaten Limapuluh Kota dan dikenal dengan bundo kanduang Limapuluh Kota.
Nomor urut 5 Golkar memasang praktisi media massa, Eko Cahyadi. Eko Cahyadi yang adalah owner sekaligus direktur Denai TV yang siap berkompetisi pada Pileg 2024. Partai Golkar menjadi pilihannya, karena merasa sudah klop dengan partai beringing. Sementara nomor urut 6 diisi Orpans, seorang akvitis Golkar di Kota Payakumbuh. Rajin berkeliling menyosialisasikan Partai Golkar.
PKS kembali memajukan incumbent Irsyad Syafar di nomor urut 1 dan disebut-sebut juga sebagai jalan untuk Pilwako Payakumbuh, bersaing dengan Supardi. Wakil Ketua DPRD Sumbar ini disebut punya tangan dingin dalam memimpin PKS dan kini sebagai Ketua MPP DPW PKS. Nomor urut 1 dirasakan sangat pas dan jadi jaminan satu kursi dari pendiri Pesantren Ar Risalah Sumbar di Padang ini.
Anggota DPRD Limapuluh Kota Yos Hariadi akan mencoba menjadi sparring partner Irsyad Syafar 2024. Dengan berkebak suara 2.500 pada Pileg 2019 di Dapil Limapuluh Kota 4 (Akabiluru, Guguak, Mungka), Yos disebut-sebut punya potensi untuk memberikan pengaruhnya di Dapil ini. Caleg perempuan Rahmainar di nomor urut 3.
Mantan anggota DPRD Limapuluh Kota (2014-2019) Hardedi diberikan nomor urut 4 oleh PKS. Dia diharapkan kembali dapat mengukir perjalanan politiknya sampai ke DPRD Sumbar. Sementara Lirman mengisi posisi nomor 5 dan Caleg perempuan Erina di nomor 6. PKS tidak akan main-main mendapatkan kursi di Dapil ini, karena pernah dikuasai oleh kadernya Riza Falepi yang menjadi Wali Kota Payakumbuh dua periode.
Partai Demokrat punya cerita yang uni di Dapil ini. Incumbent Aida adalah PAW dari Darman Sahladi yang maju dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020 lalu. Saat ini, Darman Sahladi ditempatkan kembali oleh Demokrat di Nomor urut 1 dan Aida nomor urut 2. Darman adalah orang kuat yang di Limapuluh yang juga pernan menjadi Ketua DPRD Limapuluh Kota.
Anggota DPRD Limapuluh Kota Wendi Chandra mendapatkan nomor urut 3 dan siap untuk naik kelas pada Pemilu 2024 ini. Dia adalah kader Demokrat yang punya peluang bisa menembus DPRD Sumbar. Bersaing dengan koleganya sesama anggota DPRD Limapuluh Kota Sastri Andiko di nomor urut 4. Bendahara Keluarga Besar Suku Piliang (KBSP) Luak 50 Harika Gusniyetti di nomor urut 5. Sementara Keni Novandi Saputra, aktivis HMI Padang di nomor urut 6.
Partai Amanat Nasional (PAN) kembali menempatkan Dody Delvy di nomor urut 1. Dia adalah incumbent yang disebut cukup berbuat banyak untuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Masperi, seorang aktivis pendidikan dari Limapuluh Kota diberikan nomor urut 2. Nomor urut 3 ada Caleg perempuan Delsi Ekawati. Nomor 4 Yon Alnis, 5 Ardiekis, dan 6 Rahmah.
Partai NasDem disebut-sebut sebagai kuda hitam di Dapil ini. Meski 2019 gagal total di Dapil 5, saat ini disebut bisa mendapatkan kembali kursi yang hilang itu. Mereka diperkuat nomor urut 1, mantan anggota DPRD Sumbar Ilson Cong Dt Mongguang yang wara-wiri juga sebagai calon Wali Kota Payakumbuh. Ada Sevina Rozalen di nomor urut 2, 3 Bambang Efriadi, 4 Titi Yunelfi, 5 Eko Wahyudi dan nomor 6 Tazwendri.
PKB mengandalkan Rita Murni nomor urut 1, Faisal Buchari, 3 Nyoto Prayitno, 4 Devi Susanti, 5 Muhammad Yahya, 6 Hasmeldi. PKB sebenarnya bisa menjadi kuda hitam, karena cukup kuat di Limapuluh Kota. Bersaing bersama PPP dan PDIP merangkai jalan ke DPRD Sumbar. Namun, partai-partai seperti PBB, PSI, Garuda, dan lainnya bisa saja memberikan kejutan.
Seperti apa yang disampaikan tokoh dari Luak Limapuluh, Ibrahim Dt Tan Malaka, “Cita-cita harus setinggi langit, karena dengan begitu, setidaknya kita akan mencapai bintang-bintang.” Ayo, coba terus, siapa tahu Pemilu ini giliran kita yang menjadi bintang, meski terlempar dari langit yang tinggi. (Wartawan Utama)






