POLITIKA

Mahfud MD Ajak Mahasiswa untuk Gelorakan Pemilu Damai

0
×

Mahfud MD Ajak Mahasiswa untuk Gelorakan Pemilu Damai

Sebarkan artikel ini
ORASI ILMIAH— Bakal Cawapres Mahfud MD dalam acara Resepsi Puncak Hari Lahir Ke-XVI Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se- Nusantara di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon.

JAKARTA, METRO–Calon Wakil Presiden Mahfud MD berharap agar pemilu 2024 dapat berjalan secara jujur, adil dan damai, tanpa adanya kecurangan sedikit pun. Untuk itu, dia meminta para mahasiwa bisa berpartisipasi me­nga­wal jalannya Pemilu 2024 agar terlaksana dengan damai.

Hal itu disampaikan Mah­fud saat orasi ilmiah kebangsaan dalam acara Resepsi Puncak Hari Lahir Ke-XVI Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Ting­gi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se- Nusantara di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (12/11).

Mahfud awalnya berbicara terkait dirinya yang tidak akan memanfaatkan momen mengisi orasi ilmiah ini sebagai ajang politik praktis. Misalnya menggunakan kampanye elektoral agar mengajak para mahasiwa untuk memilih pasangan capres-cawa­pres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Menurut Mahfud langkah tersebut tidak efektif dilakukan. Apalagi ia bilang mahasiswa adalah kaum intelektual sehingga tidak ada gunanya melakukan ajakan untuk memilih dirinya.

“Tidak adanya gunanya saya bicara politik praktis, karena kalian kaum intelektual tidak bisa sedikit bicara harus milih siapa,” kata Mahfud lewat keterangan tertulisnya.

Mahfud menegaskan dirinya selalu mengutamakan politik inspiratif sebagaimana yang didapatkannya dari Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Atas dasar itulah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Ke­ama­nan ini meminta agar pemilu dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan adil. Mahfud juga mengingatkan agar jangan ada pihak-pihak yang mencoba melawan aspirasi rakyat dengan cara-cara tidak fair.

“Mari laksanakan pemilu dengan penuh kejujuran dengan prinsip demokrasi yang berkeadaban. Tidak boleh ada kecurangan, tidak boleh ada money politik, tidak boleh ada tekanan politik,” tegas Mahfud.

Mahfud menegaskan pemilihan dalam pesta de­mokrasi haruslah menggunakan dengan hati nurani. Bukan malah karena ada ajakan dengan diiming-imingi sesuatu yang membuat Pemilu tidak berjalan dengan adil.

“Bagi siapapun mersa dekat atau karena dibayar karena ketokohannya, ma­ka saya katakan pada saat pemilu kembali ke hati nurani masing-masing,” jelas Mahfud.

“Jangan hanya karena ikut deklarasi dan menemui merasa terikat terhadap kejahatan dan terikat ke­tidak­benaran. Terikat pada orang jelas gapunya visi dan misi keislaman yang rahmatan lil alamin, itu semua ditinggal,” imbuh Mah­­fud.

Karena itulah, Mahfud juga menyinggung ke­pe­mim­punan Indonesia tidak akan pernah baik, jika ada pemimpin lahir dari kecurangan. Ia pun mengajak agar para BEM PTNU untuk tidak terlibat di da­lam kecurangan tersebut.

“Yang tidak boleh dijadikan barang dagangan, ke­sem­patan yang tidak sehat itu boleh ditinggalkan,” tandas Mahfud. (jpg)