LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dalam sambutan pada acara batagak Panghulu di Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, menyebut bahwa panghulu harus menjadi panutan dan orang yang dihargai anak dan kemenakan.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan panghulu menjadi mamak di tangah kampuang, tampek batanyo dek anak dan kemenakan. Selain menjaga anak dan kemenakan panghulu juga memiliki tugas yang sangat berat yaitu menjaga sako di tengah kampuang, menjadi tempat bertanya bagi anak dan kemenakan.
“Manjadi mamak di tangah kampuang, jadi tampek batanyo dek anak jo kemenakan. Selain tugas menjaga anak dan keponakan, juga menjaga sako di tangah kampuang, mamaliharo anak kemenakan, mencarikan pusako tinggi dengan membeli bersama. Kemudian juga kapoi tampek batanyo ka pulang tampek babarito, jadilah panutan dan orang yang dihargai anak kemenakan,” pinta Bupati kepada 23 panghulu yang dilewakan dalam kegiatan “Simpang Kapuak Baralek Gadang”, Sabtu (11/11) pagi.
Disampaikan Bupati, saat ini banyak tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh anak kemenakan terutama dalam pergaulan sehari-hari. Baik itu soal kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkoba dan pengaruh media sosial. Selain itu, akhir-akhir ini juga banyak terdengar soal singketa adat. Dan ini menjadi tugas dari panghulu untuk menyelesaikan persoalan singketa adat.
“Termasuk singketa adat ini, juga menjadi tugas niniak mamak selain memelihara anak dan kemenakan. Maka dari itu kita mendorong setiap nagari mendirikan sako nagari atau yang belum baralek panghulu, karena setiap nagari memiliki adat yang berbeda-beda,” pinta orang nomor satu di Lima Puluh Kota itu disela-sela batagak panghulu di Nagari Simpang Kapuak.
Sebelumnya Panitia pelaksana Batagak Panghulu “Rang Simpang Kapuak Baralek Gadang” Husin Daruhan Dt. Mangkuto, menyampaikan acara palewaan panghulu saat ini sebanyak 23 panghulu dari 38 orang panghulu. “Kita hari ini yang dilewakan sebanyak 23 orang sebelumnya juga sudah dilewakan 15 orang panghulu sehingga berjumlah keseluruhan 38 orang,” sebutnya.
Dia juga mengatakan, dalam kegiatan “Rang Simpang Kapuak Baralek Gadang” berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari film tentang kebudayaan, lomba baju kuruang basiba, tari Randai, festival lagu minang tingkat sumbar, kemudian malam puncak akan ada band dari kota padang. Selain itu juga dihadiri tokoh-tokoh Sumbar.
Melalui “Rang Simpang Kapuak Baralek Gadang” dapat diperkenalkan Simpang Kapuak kepada masyarakat Sumbar dan Dunia. “Ini menjadi tonggak sejarah bagi Simpang Kapuak, untuk memperkenalkan kepada masyarakat Sumbar bahkan dunia, kita kaya dengan adat budaya. Karena diluar sana masih banyak yang tidak kenal dengan Simpang Kapuak, dimana Simpang Kapuak itu pak Datuak ?, banyak yang bertanya pada saya,” sebutnya.
Berada jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota, dikatakan Husin Daruhan Dt. Mangkuto, Nagari Simpang Kapuak harus sejajar dan sama maju dengan nagari lainnya di Lima Puluh Kota. (uus)






