METRO SUMBAR

Membangun Generasi Berkarakter dan Berwawasan Melalui Pendidikan P5 dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 12 Sijunjung

2
×

Membangun Generasi Berkarakter dan Berwawasan Melalui Pendidikan P5 dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 12 Sijunjung

Sebarkan artikel ini
Arniwita, S.Pd. M.Si (Kepala SMAN 12 Sijunjung)

Oleh: Arniwita, S.Pd. M.Si (Kepala SMAN 12 Sijunjung)

Pendidikan adalah fondasi utama yang akan membentuk masa depan bangsa. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah telah mendo­rong implementasi Kurikulum Merdeka, yang me­ngintegrasikan berbagai aspek pembelajaran, termasuk Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Agama, Pendidikan Pemasyarakatan, Pendidikan Karakter, dan Pendidikan Kesetara­an, yang dikenal sebagai P5.

P5 adalah komponen penting dalam Kurikulum Merdeka, terutama di ting­kat Sekolah Menengah Atas (SMA). P5 bertujuan untuk mengembangkan aspek-aspek kritis dalam kepribadian dan pengetahuan siswa, yang akan membantu mereka menjadi warga negara yang berpikiran kritis, bertanggungjawab, dan berintegritas.

Dalam upaya menciptakan perubahan nyata di tengah tantangan lingku­ngan global, siswakelas X di SMAN 12 Sijunjung telah mengambi linisiatif yang menarik dalam melaksanakan P5 yang berkaitan dengan kearifan lokal, ke­wi­rausahaan, dangaya hi­dup berkelanjutan. Inisiatif ini mencerminkan sema­ngat sekolah dalam membekali siswa dengan kete­rampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan masa depan yang berkelanjutan.

Berikut inovasi pelaksanaan P5 oleh siswa kelas X tahun pelajaran 2023/2024 di SMAN 12 Sijunjung:

  1. KearifanLokaldenganTema “BerkaulAdat”:

Kearifan loka adalah bagian penting dari wa­risan budaya Indonesia. SMAN 12 Sijunjung mengintegrasikan pembelajaran tentang “BerkaulAdat,” yang merupakan istilah dalam bahasa Minangkabau yang merujuk pada budaya dan adat istiadat di Lubuk Tarok. Berkaul adat ini dilaksan akan sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah. Melalui program ini, siswa diajarkan untuk menghormati dan memahami tradisi serta nilai-nilai adat . Ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendalami budaya yang ada di Lubuk Tarok yang kaya dan membangun rasa cinta terhadap warisan budaya mereka.

  1. Kewirausahaan: Mem­buat Bawang Goreng:

Program kewirausahaan di SMAN 12 Sijunjung mendorong siswa untuk mengembangkan kete­ram­pilan bisnis dan ke­wirausahaan. Salah satu proyek yang diadakan a­dalah pembuatan bawang goreng. Siswa diajarkan tentang proses produksi, manajemen bisnis kecil, dan pemasaran. Hal ini memberikan pengalaman praktis yang berharga da­lam dunia bisnis kepada siswa, yang dapat membantu mereka di masa de­pan, baik sebagai pe­ngu­saha atau dalam dunia kerja.

  1. Gaya Hidup Berke­lanjutan: Membuat Pupuk Kompos:

Gaya hidup berkelanjutan adalah konsep penting dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. SMAN 12 Sijunjung mendorong siswa untuk berperan dalam pelestarian ling­kungan dengan mengajarkan mereka cara membuat pupuk kompos. Melalui proyek ini, siswa memahami pentingnya daur ulang limbah organic dan pe­­n­gurangan limbah yang berakhir di tempat pembua­ngan sampah. Membuat pupuk kompos adalah tindakan nyata dalam mendukung lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Siswa juga akan terlibat dalam proyek Ecobrick untuk mengelola sampah plas­tic dan menciptakan solusi berkelanjutan. Ecobrick adalah inovasi yang berfokus pada penggu­naan plastic limbah untuk membuat bata ramah ling­kungan. Program ini me­ngajarkan siswa tentang bahaya sampah plastic terhadap lingkungan dan cara menguranginya dengan menciptakan Ecobrick. Ini adalah langkah konkrit dalam mengelola sampah plastic dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Selain itu, mereka akan menciptakan poster-promosi yang mendukung kampanye lingkungan bersih sampah dan memahami­nya yang akan disebarkan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Langkah-langkah inovatif dalam elaksanaan P5 yang dilakukan siswa kelas X di SMAN 12 Sijunjung a­dalah contoh bagaimana pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan teo­ritis, tetapi juga tentang pengalaman praktis dan penerapan nilai-nilai local serta global dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah ini ber­kontribusi pada pembentukan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli dengan budaya, lingkungan, dan kewira­usahaan. Ini adalah contoh positif dari bagaimana pen­didikan dapat berperan dalam membangun ma­syarakat yang berkelanjutan dan terampil. (**)