Oleh: Reviandi
DAFTAR calon tetap (DC) DPRD Sumbar daerah pemilihan (Dapil) 2 tak banyak berubah dari daftar calon sementara (DCS) dua bulan lalu. Para Caleg dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman akan memperebutkan tujuh kursi yang disediakan Dapil Piaman laweh ini. 5 dari 7 incumbent akan bertarung kembali, satu di antaranya memilih naik kelas.
Partai Gerindra yang punya dua orang incumbent, kini kembali berjuang untuk mendapatkan kursi yang pada 2019 diisi Jempol dan Tri Suryadi atau Wali Peri. Kini, PAW (pengganti antar waktu) Wali Peri, yaitu Jasma Juni (JJ) Dt Gadang ditempatkan di nomor urut 1. JJ dikenal sebagai mantan TNI yang juga pernah berjuang di Pilkada Padangpariaman.
Sementara nomor urut 2 diisi incumbent Jempol yang suaranya cukup signifikan 2019 dan tinggal di Kota Pariaman. Nomor urut 3 ada Caleg perempuan Fitrianny Eka Putri disusul Maymuspi yang dikenal dengan Epi Karuik di nomor urut 4. Epi Karuik sempat muncul namanya di Pilkada Padangpariaman 2020. Nomor 5 ada Riko Saputra Zein, 6 Caleg perempuan Rizka Stevani dan nomor 7, pengusaha muda ibu kota Musyarif Agil Gozany yang ingin mengabdi di Piaman.
Partai Golkar kembali menempatkan incumbent Sitti Izzati Aziz di nomor urut 1. Wanita yang sudah menjadi senior Golkar, dan aktif di segala sayap Golkar. Nomor 2 ada Bujang Pendawa yang sudah terlihat aktif turun ke lapangan menemui tokoh-toloh dan masyarakat. Nomor urut 3 ada Ali Bakri yang cukup dikenal sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman. Kini mencoba naik kelas ke DPRD Sumbar.
Tokoh masyarakat Kota Pariaman Yulius Danil juga kembali ke Golkar, setelah sempat hijrah dari partai lain. Dia disebut-sebut punya basis masa yang cukup baik untuk bersaing. Sekretaris Ormas PEKAT IB DPD Padang Pariaman, Zulaspa Ilham dipasang di nomor urut 5. Diikuti Caleg perempuan Irma Susan di nomor 6 dan Budinov nomor 7.
PKS tanpa incumbent di Dapil Sumbar 2 ini, karena M Ridwah mencoba peruntungan maju ke DPR RI dari Dapil Sumbar II. Nomor urut 1 diisi Anggota DPRD Kota Pariaman tiga periode Muhamad Yasin yang akan mencoba naik kelas. Nomor dua mantan anggota DPRD Padangpariaman Yohanes Wempi yang juga akan mencoba peruntungan ke Sumbar. Nomor 3 ada Caleg perempuan Zulheni.
Mantan politisi PAN Darmon kini mencoba peruntungan dari PKS di Dapil Piaman ini. 2019, dia kalah dari anak Bupati Padangpariaman M Ikhbal yang memenangkan kursi. Mantan Wali Kota Pariaman Mahyuddin di nomor urut 4. Dilanjutkan oleh salah satu pencerita terkenal di Sumbar Dewi Kumala Sutra di nomor 6. Nomor 7 PKS diisi aktivis PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman) Jayanis.
PAN juga mengikuti langkah PKS yang ditinggalkan incumbent M Ikhbal yang awalnya maju ke DPRD Sumbar tetap dari PAN di Dapil Sumbar 1 (Kota Padang). Nomor urut 1 sekarang diisi pengusaha yang juga Wakil Ketua DPD PAN Sumbar Hendra Halim. Lalu ada pengusaha yang juga owner Singgalang Motor Group Wijaya Rahmad di nomor urut 2. Nomor tiga ada mantan pejabat Padangpariaman Nini Arlin yang tinggal di Kota Pariaman.
Nomor 4 ada nama anggota DPRD Padangparimana tiga periode Bagindo Rosman yang merasa yakin sudah waktunya menuju DPRD Sumbar. Nomor 5 ada mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar Rahmadi Sutrisno yang rela mundur demi mencaleg. Nomor urut 6 ada aktivis Pendidikan Sri Suhartati yang akan merangkul suara perempuan. Nomor 7 ada Dedy Edwar, mantan anggota DPRD Sumbar dari Hanura yang juga sempat diisukan maju di Pilkada Padangpariaman 2020 lalu.
Partai Demokrat terlihat cukup ‘nyentrik’ dengan menempatkan incumbent yang juga kader senior M Nurnas di nomor urut 5. Nomor 1 diisi Beny Saswin Nasrun, seorang pengusaha tambang batubara yang dikenal sebagai tokoh Padangparimana, utamanya Lubuak Alung, Batang Anaiak, Sintuak, Toboh Gadang (Laba Sintoga). Nomor urut 2 diisi tokoh Padangpariaman lainnya, Usman Labai yang dikenal kerap turun ke bawah. Nomor 3 diisi Caleg Perempuan Evi Dwi Lastri.
Nomor 4 saat ini sedang bermasalah hukum karena ditahan di Polres Pariaman. Dia adalah anggota DPRD Padangpariaman yang juga Ketua DPC Demokrat Padangpariaman Januari Bakri. Politis perempuan Yutrina Hariani yang kerap terlibat dalam agenda-agenda sosial pascagempa 2009 berada di nomor urut 6. Terakhir ada mantan anggota DPRD Sumbar dari PBB Komi Chaniago di nomor urut 7.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya satu kursi di Dapil Piaman ini atas nama Firdaus yang menjabat Ketua Harian DPW PKB Sumbar. Kini, Firdaus kembali mendapatkan nomor urut 1 dan akan berjuang untuk menemui periode keduanya menjadi wakil rakyat. Nomor urut dua ada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Padang Pariaman Idarussalam.
Nomor urut 3 ada mantan Ketua DPD Partai NasDem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati. Padahal Dewi sebelumnya, Dewi dan beberapa koleganya sudah terdaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dari Partai NasDem. Peluang yang berat di NasDem dan terbukanya di PKB, dinilai membuat Dewi memilih pindah. Mantan Cawabup Padangpariman 2020 Taslim di nomor urut 4.
PKB juga menempatkan pendamping desa Dien Nofrita sebagai Caleg perempuan nomor urut 5. Lalu ada Irsan du nomor urut 6 dan pengusaha tekstil asal Jakarta Zuardi Dt Rajo Bijayo mendapatkan nomor urut 7. Zuardi merupakan seorang pengusaha tekstil yang sukses, berasal dari Korong Pinjauan, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.
Namun, kursi PKB ini sebenarnya rawan diambil alih oleh Partai NasDem yang punya momentum baik, karena mengusung Anies Baswedan sebagai Capres. Nomor urut 1 diisi mantan anggota DPRD Sumbar Endramy yang pada 2019 lalu kurang beruntung. Politisi senior ini juga pernah menjadi wakil rakyat dari PAN usai era reformasi.
Nomor urut 2 ada Sukri Umar, seorang wartawan senior yang juga seorang tokoh masyarakat di Lubuk Alung. Ini pertama kali Sukri maju dalam Pemilu legislative. Namun, dengan pengalaman panjangnya menjadi wartawan, dia disebut-sebut akan menjadi kuda hitam di Dapil Sumbar 2 ini. Selanjutnya Ridwan Mansur 3, Arif Fuady 4, Syauqi 5, Rizul Manidar 6, dan Ali Amran 7.
Dari Partai Ummat, ada wartawan senior lainnya Adrian Tuswandi yang maju dengan nomor urut 1. Adrian juga mantan Ketua Komisi Indonesia (KI) Sumbar yang baru mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Dia juga sudah terlihat banyak memasang alat peraganya di Padangpariaman dan Pariaman dengan tema ‘Piaman Hebat,’ Nomor 2 ada April Adek, 3 Yusmaulina Rita, Abdul Salam Tuanku Bungsu, dan 5 Ratu Fathia Rasyid.
Sementara PPP diperkirakan akan kesulitan mendapatkan satu kursi di Piaman laweh. Termasuk PBB, Partai Buruh, Partai Gelora, PKN, Hanura, Garuda dan PSI yang harus bekerja keras. Seperti cerita yang sering disebutkan orang-orang Piaman terdahulu,”Kehidupan adalah seperti ombak, kadang-kadang tenang, kadang-kadang bergelombang. Pariaman, tetaplah kuat!” Kalimat anonim ini bisa menjadi dasar, betapa kuatnya orang-orang Piaman. Termasuk para Calegnya yang sedang berjuang. (Wartawan Utama)






