PDG. PANJANG, METRO–Tingkatkan sarana dan prasarana RS Ibnu Sina Kota Padangpanjang bangun dua gedung pelayanan kesehatan. Mengawali pembangunan gedung, peletakan batu pertama dilakukan oleh Mantan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Sabtu (4/11) kemarin.
Pembangunan dua gedung pelayanan kesehatan tersebut yakni Gedung Utama dan Gedung Service. Sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) menelan anggaran total keseluruhan sebesar Rp 73.016.598.106,08.
Untuk Gedung Utama menelan anggaran Rp67.292.023.970,89. Sedangkan untuk Gedung Servis sebesar Rp5.724.574.135,19.
Sementara itu, Jusuf Kalla mengungkapkan RS Ibnu Sina Kota Padangpanjang berkembang pesat karena didorong oleh banyaknya investasi yang masuk.
“Ada tiga hal penting yang harus menjadi prinsip sebuah rumah sakit. Pertama kemampuan medis, tanpa dokter yang hebat tidak akan berkembang. Kedua teknologi, setiap lima tahun teknologi ini berkembang 100 persen, fasilitas harus dibenahi sesuai dengan teknologi yang berkembang. Terakhir yaitu hospitality, yaitu pelayanan yang baik. Sekarang pegawai tidak senyum saja pasti banyak yang pindah rumah sakit, ”ujarnya.
Menjadi rumah sakit yang baik dan berkembang, jelas Jusuf Kalla, mengatakan pusat kesehatan harus memiliki tiga prinsip tersebut. Rumah sakit itu sama dengan rumah makan yang tidak tergantung tempatnya, namun tergantung mutu dan layanannya.
“Bagusnya layanannya di Padangpanjang tidak menutup kemungkinan pasien di luar Padangpanjang bisa datang kesini. Pelayanan ini menjadi prioritas bagi orang yang berobat,” sebutnya.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi RS Ibnu Sina yang telah berkontribusi guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan juga menghadirkan tenaga-tenaga kesehatan di Sumbar. Sehingga untuk tingkat pelayanan kesehatan di Sumbar untuk saat ini berada di posisi yang cukup baik.
“RS Ibnu Sina memang memberikan pelayanan yang berbeda dengan rumah sakit lainnya. Yaitu begitu mendekatkan semangat yang ada di masyarakat Sumbar dengan pelayanannya yaitu pendekatan religius, spiritual. Sehingga yang namanya obat itu bukan hanya dilakukan secara medis, namun juga melalui pendekatan spiritual, keagamaan. Dan itu dilakukan oleh RS Ibnu Sina,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut juga diserahkan dana wakaf tahap 1 dari Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar kepada Pengurus Yarsi Sumbar sebanyak Rp1.099.120.027.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan tersebut juga dihadiri Pj Wako Padangpanjang Sonny Budaya Putra, Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Kota, Dr. Winarno, M.E, Ketua TP-PKK Kota, Sri Hidayani Sonny, S.E.Akt, ketua TP PKK Tanah Datar, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, kepala OPD terkait, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.(rmd)






