AGAM, METRO – Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih. Hal ini lah yang dialami oleh Yusman Dt Rajo Lenggang (52), warga Jorong Tanjuang Batuang Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Agam. Dia harus merelakan kediamannya bersama istri dan 4 anak dilalap sijago merah, Kamis (7/2) sekitar Pukul 15.00 WIB.
Kepala Satpol PP dan Damkar Agam Dandi Pribadi menyebut, peristiwa ini diketahui setelah ada laporan dari masyarakat bahwa ada bencana alam kebakaran di daerah Maninjau.
”Mendapatkan laporan tersebut, anggota kita yang melakukan penjagaan pada siang itu langsung kita kerahkan menuju lokasi kebakaran. Sesampai di lokasi, jajaran kita dibantu oleh masyarakat langsung melakukan pemadaman kebakaran rumah milik Yusman Dt Rajo Lenggang,” bebernya
Ia melanjutkan namun apalah daya kondisi cuaca pada saat kejadian memang ada angin yang cukup kencang sehingga memudahkan sijago merah melahap satu demi per satu ruangan rumah miliknya. Apalagi rumah tersebut memang murni tersebut dari kayu dan lokasinya tepat ditepi Danau Maninjau. Sehingga bisa dibanyangkan oleh kita bagaimana kondisi angin pada saat itu.
”Tidak satupun barang-barang berharga milik Yusman Dt Rajo Lenggang yang bisa kita selamatkan. Sebab api begitu cepat menjalarnya. Dari keterangan korban, api berasal dari dapur saat memasak, Saat itu istrinya memang memasak untuk santapan malam,” lanjutnya.
Katanya, usai memasak, seperti biasa sang istri memang mematikan api. Namun entah kenapa api bisa secara tiba-tiba hidup dan membakar dapurnya. Kuat dugaan api bekas ia memasak di tungku tersebut tidak mati total. Sehingga pada saat itu angin datang secara tiba-tiba dan api yang kecil tadi mulai membesar hingga menjalar ke permukaan yang mudah terbakar.
”Sehingga meludeskan seluruh rumah beserta isi-isinya. Api bisa kita padamkan satu jam setelah kejadian. Dalam peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk kerugian kita taksir mencapai ratusan juta rupiah,” katanya. (pry)





