Oleh: Reviandi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2024, Jumat (3/11/2023). Untuk DPR RI sebanyak 9.917 calon dan untuk DPD RI sebanyak 668 calon. Pengumuman disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy’ari beserta komisioner lainnya. Di Sumbar, cukup banyak terjadi perubahan dari Daftar Calon Sementara (DCS) ke DCT.
Namun, dari komposisi yang telah bisa dilihat di situs KPU RI (infopemilu.kpu.go.id), para incumbent atau petahana masih memiliki peluang besar menambah masa jabatannya di DPR 2024-2029. Di daerah pemilihan (Dapil) Sumbar I, dari 8 incumbent, hanya 7 yang kembali mencalonkan diri. Satu yang tak ikut, Asli Chaidir dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Asli mencoba mewariskan kursi kepada putranya Dean Asli Chaidir di nomor urut 2. Nomor yang sama dengan Asli pada Pemilu 2014 dan 2019. Selain Asli yang tak lagi bertarung, mayoritas Caleg Sumbar I incumbent mendapatkan nomor urut 1. Hanya Hermanto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ada di nomor urut 2, di bawah Caleg muda milenial Rahmat Saleh. Sementara kader Gerindra Suir Syam, harus menempati nomor urut 4.
Gerindra menempatkan incumbent Andre Rosiade di nomor urut satu pada Dapil yang meliputi Kota Padang, Padangpanjang, Tanahdatar, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai ini. Ketua DPD Gerindra Sumbar itu diprediksi akan kembali menduduki kursi. Kini, yang sedang dinanti adalah, apakah Gerindra masih bisa mempertahankan dua kursi mereka.
Nomor urut 2, ada Edriana yang pada 2019 juga telah mencoba berjuang, namun hanya menduduki posisi keempat di bawah Andre Rosiade, Suir Syam dan Nofrizon Uncu. Kali ini Edriana juga tidak akan mudah merebut kursi kedua Gerindra, karena lawan yang dihadirkan cukup tangguh. Nomor urut 3 Vasko Ruseimy. Youtuber dengan chanel “Macan Idealin” dengan 1,23 juta subcribers. Dia juga sudah memasang banyak alat peraga dan turun ke masyarakat.
Nomor urut 4 ada Suir Syam yang mencoba menjemput periode ketiganya di DPR. Dia adalah mantan Wali Kota Padangpanjang dua periode yang pernah menjadi ketua Gerindra Sumbar. Suir juga seorang dokter yang cukup dikenal selama bertugas di Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto dan Padang. Wakil Ketua DPRD Solsel Armen Syahjohan mengisi nomor 5. Dia diperediksi bisa memaksimalkan suara Solsel, meski harus bersaing dengan Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda (Golkar) dan anggota DPRD Sumbar Irwan Afriadi (NasDem).
Nomor urut 6 ada caleg perempuan Defi Susanti. Dia adalah satu-satunya Caleg Gerindra Dapil ini yang berdomisili di Sumbar. Karena 7 lainnya berdomisili di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Nomor urut 7 ada mantan anggota DPD RI Nofi Candra yang kalah pada Pilkada Kabupaten Solok 2020. Dia akan dipepet nomor urut 8, Tedy Arman yang dalam alat peraganya menyebut Sespri Prabowo.
Dari Golkar, Darul Siska masih berada di nomor puncak. Posisinya sedikit terancam, karena lawan-lawan yang dihadirkan beringin sangat kuat. Dengan bekal suara ‘alakadarnya’ 2019, Darul harus bekerja keras untuk kembali duduk. Di nomor urut 2, Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda yang merupakan putra Bupati Solsel Khairunas yang juga Ketua DPD Golkar Sumbar. Zigo yang pernah jadi anggota DPRD Sumbar (2014-2019) ini punya peluang menggeser petahana.
Nomor urut 3 ada tokoh perempuan Evelinda yang cukup lama menjadi tenaga ahli DPR sejak era Azwir Daini Tara tiga peridoe sampai Betty Shadiq. Perempuan asal Salayo Solok ini dinilai cukup bergerak ke bawah. Nomor urut 4 ada politisi senior Golkar Weno Aulia. Dia adalah putra mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin. Ini untuk keberapa kali Weno menempuh jalur ke DPR, meski belum berhasil. Nomor 5 Ferri Hendri Antoni yang merupakan Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Hukum dan Pengawasan Kemenperin RI.
Nomor 6 diisi politisi perempuan yang juga seorang pengusaha nasional Hirni Sudarti. Yang menarik, anggota DPR RI 2019-2024 Alirman Sori masuk DCT di nomor urut 7. Sebelumnya, di disebut akan masuk PPP atau Demokrat. Ternyata, Alirman kembali ke partai lamanya, pernah menjadi Ketua DPRD Pessel dari Golkar dan Ketua Golkar Pessel. Nomor urut 8 ditempati Tedy Alfonso, seorang pengusaha nasional.
NasDem menempatkan incumbent Lisda Hendrajoni di nomor urut 1. Lisda harus membuktikan dirinya, karena 2019 dia terbantu dengan suaminya Hendrajoni yang menjabat Bupati Pessel. Pada Pilkada Pessel 2020, Hendrajoni kalah dari Rusmayul Anwar dan pasti tak bisa lagi mengandalkan power itu. Apalagi, Lisda sekarang dikepung tokoh-tokoh besar dari internal dan eksternal partai.
Nomor urut 2 ada Irwan Afriadi, anggota DPRD Sumbar dua periode. Nomor 3 Suherman yang alat peraganya sangat masih di Sumbar 1. Nomor 4 adalah calon kuat yang bisa merebut satu kursi pertama NasDem, itupun kalau ada kursi kedua nantinya. Dia adalah Shadiq Pasadigoe yang pernah dua periode menjadi Bupati Tanahdatar. Istrinya Betty Shadiq pernah menjadi anggota DPR dari Golkar 2014-2019. Pemilu lalu Shadiq maju dari PAN dan meraih 60 ribuan suara, tapi gagal melewati Athari Gauthi Ardi dan Asli Chaidir.
Nomor 5 diisi Delmeria, incumbent DPR RI Dapil Sumatra Utara (Sumut) II. Dia sepertinya terpaksa hijrah ke kampung halamannya, karena sang suami M Syafri Hutauruk maju ke DPR RI dari Demokrat di Dapil yang sama nomor urut 5. Syafri adalah mantan Wali Kota Sibolga dua periode. Nomor 6 ada mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar, nomor 7 mantan pelatih Timnas Indonesia Nilmaizar dan nomor 8 mantan anggota DPRD Sumbar dari Hanura Marlis.
Incumbent lainnya Hermanto dari PKS yang sekarang berada di nomor urut 2. Padahal, dua Pemilu sebelumya dia nomor 1. Sekarang, anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh di puncak. Untuk nomor urut 3 ada Harneli Bahar, istri Gubernur Sumbar Mahyeldi. Nomor urut 4 diisi Caleg perempuan Lindo BR Ginting dari Kota Solok. Nomor 5 mantan politisi PAN Zuhrizul, nomor 6 Caleg perempuan Sri Handayani, 7 Fadri Nizar dan 8 putra mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayinto, Ibrahim.
PAN menempatkan petahana Athari di nomor urut 1. Athari adalah putri Bupati Solok Epyardi Asda. Dia ditantang putra Asli Chadir, yaitu Dean Asli Chaidir. Wakil Bupati Pessel Rudi Hariansyah ternyata nomor urut 3, menggeser tokoh Sumbar Asnawi Bahar ke nomor 4. Mantan Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Dt Rajo Medan di nomor urut 5. Sementara nomor 6, 7 dan 8 sepertinya belum terlalu dikenal di Sumbar, Andi Tridesliana, Tati Lukman dan Banta Tjut Isya.
Demokrat masih menempatkan Darizal Basir di nomor pertama. Mantan Bupati Pessel ini dinilai masih mumpuni meraup suara Demokrat. Nomor dua ada kader perempuan yang juga aktivis Imelda Sari. Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib ditempatkan di nomor 3. Pen Banio disebut bisa menjadi kuda hitam menjungkalkan incumbent. Nomor 4 Yandri Sudarso, 5 Ichwan Ruslan, 6 Iva Dewi Permata, 7 Hasanuddin, dan 8 Kapten (pur) Doni Lukman.
Selain partai-partai di atas, mungkin hanya dua partai lagi yang bisa bersaing mendapatkan kursi Dapil Sumbar 1. Yaitu PDI Perjuangan yang menempatkan Ketua DPD PDIP Sumbar yang juga anggota DPR 2014-2019 Alex Indra Lukman nomor urut 1, mantan Kapolda SUmbar Fakhrizal (2), anggota DPRD Sumbar Leli Arni (3), Nurhamin (4), Zahra Mardiah Anwar (5), Edi Yosepson (6), Meris B (7) dan Ashelfine (8).
Selanjutnya PPP yang menempatkan mantan Bupati Solok Gusmal di nomor urut 1, Denisriyatul Hayati (2), Dasrizal (3), Endeh Ahmad (4), Yuspar (5), Sri Liza Novia (6), Ito Hadi Sista (7) dan Erick Hariyona (8). PDIP dan PPP kehilangan kursi mereka 2019 yang sebelumnya (2014-2019) dimenangkan Alex dan Epyardi Asda. Diduga karena partai ini adalah pengusung Jokowi-Ma’ruf yang kurang mendapatkan simpati di Sumbar. 2024, dua partai ini juga berkoalisi mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Apakah peluang partai-partai lain juga ada untuk mendapatkan kursi di DPR RI dari Sumbar I, pastinya ada. Kecuali PKB yang menempatkan anggota DPRD Sumbar Rico Alviano di nomor urut 1 dan mantan anggota DPRD Sumbar Yosrial nomor urut 2, partai-partai lainnya itu harus berjuang di parliamentary threshold (PT) 4 persen. Yaitu Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, PSI dan Partai Ummat.
Andai lolos PT-pun, dengan komposisi Caleg yang ada saat ini, partai-partai itu juga butuh keajaiban untuk meraih satu kursi dari Dapil Sumbar I. Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill menyebut, “Kesuksesan tidak akhir, kegagalan tidak fatal: keberanian untuk terus maju yang menghitung.” Masih ada waktu untuk berjuang, menggaransi 1 dari 8 kursi di Dapil Sumbar I. (Wartawan Utama)






