M THAMRIN, METRO–Padang-Haji yang mabrur adalah cita-cita tertinggi setiap Muslim dalam menunaikan rukun Islam ke lima. Untuk mencapai haji yang mabrur tidaklah mudah, karena berkaitan langsung dengan hati, kekuatan fisik serta kondisi kejiwaan dalam melakukan ibadah. Serta pemahaman fikih ibadah haji yang sesuai sunnah.
Untuk menyiapkan itu semua dibutuhkan pembekalan sejak dini. Karena di samping ibadah haji adalah ibadah “sekali seumur hidup” dalam waktu yang cukup lama. Untuk menjawab semua itu dibutuhkan pembekalan yang dinamakan dengan manasik.
Di Kota Padang ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nurul Iman yang cukup istimewa. Istimewa karena lembaganya secara manajemen kokoh, karena sudah berdiri secara lebih kurang 20 tahun yang lalu. Narasumber atau tenaga pengajar adalah profesional yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya. Tempatnya juga istimewa, karena terletak dipusat kota, mudah dijangkau dari semua penjuru.
Untuk memyiapkan jamaah haji tahun 2024, Ketua KBIH Masjid Agung Nurul Iman Manaon Lubis menyampaikan, pelaksanaan manasik dilaksanakan setiap hari Ahad. Calon jamaah yang berminat melakukan manasik di Masjid Agung Nurul Iman Padang dapat mendaftar setiap hari di sekretariat KBIH Masjid Agung Nurul Iman. “Mulai dari jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 sore. Atau bisa juga dengan menghubungi pihak sekretariat, Ali amran 082171825991,” katanya.
Sekretaris KBIHU Nurul Iman H Mulyadi Muslim Lc MA menyampaikan, KBIH Masjid Agung Nurul Iman juga telah memiliki sarana pendukung manasik yang repsentatif dan dibimbing oleh instruktur yang sudah berpengalaman dan bersertifikat. Seperti D r H Yufni Faisal, H Kasmidin, H Asmini Mainan, H Nasir Sikumbang dan lainnya. “Di samping itu, parkir masjid juga luas dan gratis,” kata Mulyadi.
Banyak testimoni dan kenangan serta pengalaman manasik di Masjid Agung Nurul Iman. Rita, salah seorang jamaah haji yang mengikuti manasik tahun sebelumnya mengatakan bahwa manasik di KBIH Nurul Iman sangat bermanfaat dalam membekali calon jamaah haji supaya bisa mandiri.
“Materi-materi yang didapatkan waktu pelatihan manasik di Masjid Agung Nurul Iman sangat relevan dengan kebutuhan lapangan. Konsep kemandirian yang ditanamkan dalam pelatihan manasik, memberikan kemudahan dan kepercayaan diri jamaah dalam beribadah di Masjjidil Haram. Sehingga target haji mabrur Insya Allah tercapai,” katanya. (*)






