PESSEL, METRO–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memberikan pekerjaan rumah pada jajaran Panwascam untuk mengintensifkan koordinasi di lapangan. Hal ini dikarenakan, Bawaslu tengah fokus melakukan pengawasan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024.
Hal tersebut diungkapkan oleh Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Pessel, Nurmaidi saat rapat koordinasi Pemantapan DPTb bersama jajaran terkait, Kantor Bawaslu setempat, Kamis (2/11).
Nurmaidi menekankan, seluruh jajaran di bawah (Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu di Nagari/Desa Adat), diminta intens berkoordinasi dengan Wali Nagari, karena data pemilih selalu bergerak setiap hari.
Lebih lanjut Ia menerangkan, kalau masyarakat yang sudah terdaftar dalam DPT, tetapi tiba-tiba dia meninggal dunia, ini masuk dalam salah satu target pengawasan Bawaslu. Sebab, KPU akan sulit untuk menghapus yang bersangkutan dari dalam DPT, kalau seandainya tidak ada akta kematiannya.
“Ada lagi masyarakat masuk (datang dari luar daerah), dan keluar (pergi ke luar daerah). Kepada stake holder yang ada di kecamatan, juga diimbau supaya dapat melayani masyarakat yang melakukan pindah memilih,”ujar Nurmaidi.
Dikatakannya, hal ini perlu dilakukan pengawasan bersama jajaran, karena kalau tidak, bisa menimbulkan sesuatu yang tak diinginkan. Seperti mobilisasi massa, dan lainnya.
Kemudian tambahnya, Bawaslu juga mendorong sekolah-sekolah terutama SLTA sederajat. Terutama bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun per tanggal 14 Februari 2024.
“Pihak sekolah hendaknya membantu mengingatkan para siswa untuk membuat KTP, supaya mereka punya hak pilih di pemilu 2024. Jadi kita Bawaslu sangat mengawasi itu dan sangat memperhatikan hak-hak warga negara, agar bisa ikut saat memilih di pemilu pada 14 Februari 2024 nanti,”ucap Nurmaidi.
Menyoal pengawasan dari rekap DPTb dari KPU, Bawaslu setiap bulannya juga mendapatkan data dari jajarannya di Kecamatan dan Nagari (desa adat). “Jadi, data yang ada di KPU, akan disandingkan dengan data kita di Bawaslu,” ujarnya.
Nurmaidi menyebut, angka terakhir DPTb per 2 November 2023, berjumlah 204 orang masuk memilih ke Pessel (data kpu setempat). Kemudian, data orang keluar memilih sebanyak 195 orang, tersebar di 15 kecamatan di Pessel
Gelaran rakor tersebut diikuti juga Kepala Badan Kesbangpol Pessel, Kemenag, Kodim 0311, Cabang Dinas Pendikan Sumbar Wilayah VII, dan Panwaslu. Juga hadir Syauqi Fuadi, Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Pessel, dan Kepala Sekretariat Bawaslu Rinaldi. (rio)






