BERITA UTAMA

Tambang Emas Ilegal di Solsel Telan Korban Jiwa, Pendulang Tewas Terkubur Longsor, Lokasinya sudah Pernah Ditutup Polisi

1
×

Tambang Emas Ilegal di Solsel Telan Korban Jiwa, Pendulang Tewas Terkubur Longsor, Lokasinya sudah Pernah Ditutup Polisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tambang

SOLSEL, METRO–Aktivitas penamba­ngan emas tanpa izin alias ilegal kembali menelan korban. Kali ini, insiden nahas itu terjadi di pertam­bangan emas ilegal yang sangat jauh dari permuki­man di daerah Kimbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.

Satu orang pendulang emas tradisional dilapor­kan tewas akibat tertim­bun longsor saat sedang bekerja di areal tambang rakyat tersebut. Korban diketahui bernama Riki (35) warga Karang Putih, Na­gari Lubuk Gadang Barat, Kecamatan Sangir.

Wali Nagari Abai, Beni Suhendra membenarkan adanya kejadian itu. Me­nurutnya, korban bukan warga yang berkumin di nagari yang dipimpim­pin­nya, melainkan berasal dari Kecamatan Sangir.

Baca Juga  Potang Balimau, antara Tradisi, Budaya dan Wisata

“Informasinya korban merupakan warga Karang Putih, Nagari Lubuk Ga­dang Barat, Kecamatan Sangir. Untuk identitas leng­kapnya belum kami dapatkan,” jelas Beni ketika dihubungi war­tawan, Se­lasa (31/10).

Dijelaskan Beni, longsor yang menewaskan satu warga di area tambang emas di kawasan Kimba­han terjadi pada Senin (30/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga saat ini petugas masih di lapangan untuk mengecek kebenaran ter­sebut dan belum menge­tahui secara pasti lokasi korban tertimbun longsor.

“Laporan yang kami dapatkan, korban tertim­bun longsoran dan me­ninggal di tempat. Kami juga terus berkomunikasi dengan pi­hak kepolisian terkait kasus ini. Infor­masinya, Polisi sudah me­nuju lokasi ke­jadian,” ung­kapnya.

Terpisah, Kapolsek Sa­ngir Batang Hari Iptu Wah­yuli Amran juga membe­narkan pe­ristiwa tersebut. Setelah me­nerima laporan dari war­ga, dirinya lang­sung  menge­rahkan ang­gotanya untuk me­lakukan pencarian ke lokasi.

Baca Juga  Puncak Bukit Nobita Membara

“Informasi awal me­mang tambang rakyat yang jauh dari pantauan kita. Lokasinya berada di tengah hutan dengan ak­ses yang sangat sulit untuk ditembus kendaraan. Kor­ban yang meninggal bukan warga Nagari Abai, me­lainkan warga Karang Putih Nagari Lubuk Gadang Ba­rat, berna­ma Riki,” ujar Iptu Wahyuli.

Menurut dia, tambang tersebut merupakan bekas tambang rakyat dan men­dulang emas ini salah satu tradisi masyarakat. “Dulu pernah ada kegiatan tam­bang yang pernah ditutup di lokasi ini, jadi tambang ini ilegal,” tegasnya. (cr2)