POLITIKA

Kota Pariaman Heboh Terdengar

0
×

Kota Pariaman Heboh Terdengar

Sebarkan artikel ini

Oleh: Reviandi

Kota Pariaman adalah sebuah kota pemekaran dari Kabupaten Padangpariaman. Sehari-hari, nama kota ini seakan tumpang tindih dengan daerah asalnya. Dan kerap disatukan dengan nama Piaman atau Piaman laweh atau luas. Setelah Wali Kota Pariaman Genius Umar habis masa jabatan 8 Oktober 2023, pemerintah pusat langsung memasang penggantinya.

Karena, Pariaman yang terakhir menggelar Pilwako 2018, tak bisa melakukannya pada 2023. Dalam aturan terbaru, semua Pilkada baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, digelar serentak November 2024. Setelah Pileg dan Pilpres 2024 selesai, termasuk kalau ada putaran kedua Pilpres.

Jadilah Dr Roberia SH MH resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Auditorium Gubernur Sumbar sebagai Penjabat Wali Kota Pariaman, Kamis (12/10/2023). Roberia adalah Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan di Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Sebenarnya, bergantinya Genius kepada Roberia yang asli Canduang Kabupaten Agam biasa saja. Karena juga ada Pj kepala daerah lainnya di Sumbar seperti Payakumbuh, Kepulauan Mentawai dan Kota Sawahlunto. Bahkan, sertijab di Pariaman yang berjarak sekitar 56 km dari Kota Padang dengan penduduk sebanyak 95.519 jiwa itu tak terlalu terdengar. Atau terdengar lengang.

Sama seperti lirik lagu Piaman yang kerap terdengar. Pariaman tadanga langang. Batabuik mangkonyo rami. Diak kanduang tadanga sanang. Baok tompang badan kami. Biasanya, yang membuat ramai Pariaman itu ya tabuik, sebuah kebudayaan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Mabi Muhammad, yang dilakukan di daerah pantai Pariaman. Festival ini termasuk menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol. Dengan waktu pelaksanaan 1 hingga 10 Muharam.

Tapi, pada 28 Oktober 2023 ini, bukan tabuik yang menghebohkan Pariaman. Melainkan Pj Walikota Pariaman, Roberia, keluar dari rumah dinas Wali Kota Pariaman. Dia disebut enggan mendiami rumah dinas tersebut karena berita acara serah terima rumah dinas tersebut tidak kunjung diselesaikan oleh Bagian Umum Pemko Pariaman. Dia tidak mau mengambil resiko tertuduh menggelapkan aset jika nanti tidak lagi menjadi Pj Wako Pariaman.

Heboh berita ini sampai kemana-mana. Sampai-sampai para OPD terkait di Pariaman harus menyampaikan koreksi atau bantahan yang terjadi sebenarnya. Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Raswan Azmi membantah Roberia, tinggalkan rumah dinasnya. “Beliau (Roberia), pergi perjalanan dinas ke Jakarta menggunakan APBD kok. Makanya saya bingung kenapa informasinya Pj meninggalkan rumah dinas,” jelas Raswan.

Raswan Azmi, mengaku bahwa Roberia tidak meninggalkan rumah dinasnya. Hanya saja, Roberia pergi ke Bukittinggi untuk menyambangi keluarganya tanpa menggunakan kendaraan dinas. “Sebab pascakunjungan ke rumah keluarganya, Roberia bertolak ke Jakarta besoknya (Minggu) dalam rangka pertemuan Pj Wali Kota se-Indonesia,” terang Raswan.

Bahkan, sambung Raswan, pihaknya sudah menjadwalkan sepulang dari perjalanan dinas di Jakarta, Roberia akan menandatangani pemberkasan aset rumah dinas wali kota. Raswan mengatakan, penandatangan berkas penyerahan aset rumah dinas itu dilakukan, malah lebih cepat dari memo yang sempat dikirimkan Roberia.

Memo tersebut berbunyi tentang menyegerakan penyelesaian berita acara serah terima rumah dinas dan semua aset milik pemerintah Kota Pariaman paling lambat 2 November 2023. “Memo itu kami terima tanggal 26 Oktober, jadi sebelum tanggal yang ditetapkan kami sudah selesaikan,” ungkapnya.

Meski heboh karena rumah dinas, semua masih menanti lacuik tangan Roberia. Karena dia akan menjabat selama satu tahun ke depan. Karena apa yang ditinggalkan Genius Umar cukup banyak. Pariaman adalah kota yang bergantung kepada pariwisata, karena tak memiliki wilayah dan sumber daya alam yang besar. Roberia berbasis hukum, dan akan melanjutkan kiprah itu.

Namun, kalau kita melihat yang banyak terjadi dengan Pj di manapun adalah, tak akan banyak yang bisa dilakukan. Apalagi, para Pj adalah ASN senior yang sudah sangat lama berjibaku di dunia kepamongan. Tentu yang dilakukan banyak yang formalitas dan menyelesaikan administrasi semata. Mereka juga terkesan cari aman dari sisi keuangan dan hukum.

Karena itu, meski sedang disibukkan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (Pilpres), warga Pariaman juga harus bersiap-siap dengan calon Wali Kota berikut. Jangan sampai yang mengapung adalah yang tak kompeten, dan hanya berniat membeli suara orang Kota Pariaman. Baiknya kembali mematut-matut, siapa yang akan menjadi pemimpin selanjutnya. Meski sejumlah nama sudah mulai mengapung atau diapungkan.

Yang pertama tentu Wali Kota Pariaman yang baru habis masa jabatannya, Genius Umar. Genius baru satu periode 2018-2023. Sebelumnya dia mendampingi Wali Kota Mukhlis Rahman 2013-2018. Genius adalah birokrat senior yang pernah bertugas di DPD RI, meski awalnya pernah menjadi staf di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Padang Pariaman.

Selain Genius, ada nama Harpen Agus Bulyandi atau Andi Cover yang merupakan Ketua DPRD Kota Pariaman saat ini. Bernaung di Partai Gerindra, Andi disebut punya peluang besar. Apalagi dia kerap mengapungkan program-program bernas yang bahkan jarang terpikirkan oleh orang lain. Saat ini, Andi sedang berjuang maju ke DPR RI dari Dapil Sumbar 2.

Nama lain adalah anggota DPRD Sumbar dari PKS Muhammad Ridwan. Pada Pilwako Pariaman 2018, Ridwan maju menjadi calon Wakil Wali Kotanya Mahyuddin. Tapi 2024, Ridwan diperkirakan bisa menantang para pemain lama atau baru. Meski Ridwan juga sedang berjuang menuju ke DPR RI dari Dapil yang sama.

Sementara mungkin tiga nama besar itu yang sedang terbaca akan maju di Pilwako Pariaman. Meski ada nama mantan Wakil Wali Kota Mardison Mahyuddin dari Partai Golkar. Lalu ada mantan Wali Kota Mahyudin. Yang disebut-sebut sebagai orang yang merakyat dan sudah sangat senior sebagai politisi.

Masih ada setahun lagi untuk melihat siapa yang akan merebut hati pemilih Pariaman yang diperkirakan sebanyak 71.678 orang. Tersebar pada 289 TPS di empat kecamatan dan 71 desa. Pariaman yang lengang akan kembali heboh dengan adanya Pilkada 2024. Yang didahului oleh Pileg dan Pilpres 2024.

Siapapun yang akan maju di Pariaman, semua sebenarnya sama saja. Seperti kata sastrawan Pramoedya Ananta Toer, “Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.” Jadi, bagi yang ingin mengabdi di Piaman, ini saatnya. Jangan lagi Pariaman dikenal ramai karena hal-hal sepele. Soal rumah dinas dan sekitar. (Wartawan Utama)