AZIZ CHAN, METRO–SMKN 4 Padang ikut berpartisipasi saat kegiatan Job Fair Hybrid 2023 yang digelar selama dua hari di gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center. Ini merupakan bentuk dukungan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang yang mengusung tema “Dengan Job Fair Kita Salurkan Kompetensi Tamatan SMK Dengan Dunia Kerja”.
Kepala SMK 4 Padang Sahfalefi mengungkapkan, Dunia Industri dan Dunia Kerja (Iduka) merupakan program integrasi kurikulum pendidikan. Job Fair mempertemukan pencari kerja dengan dunia kerja, sehingga bertemu dan mengurangi serta mempercepat supaya tidak terjadi pengangguran.
“Banyak anak-anak kita yang punya kompetensi tapi tidak bisa kerja, di satu sisi perusahaan butuh tenaga kerja karena belum ketemu antara pencari kerja dengan dunia kerja,”kata Sahfaleni.
“Alhamdulillah SMKN 4 diberikan kesempatan Disnakerin Kota Padang untuk berkabolorasi SMKN 4 Padang. Hal ini diapresiasi Dinas Pendidikan Sumbar,” lanjutnya.
Disebutkan Sahfalefi, ada 121 perusahaan yang membuka lowongan kerja, sehingga anak-anak muda bisa memanfaatkan peluang tersebut. “Keunggulan SMKN 4 salah satu SMK Pusat Keunggulan di Indonesia, SMKN 4 Padang dengan moto sekolah orang kreatif, karena kita bergerak dibidang industri kreatif. Mudah-mudahan dengan job fair dapat mempercepat anak-anak dan alumni SMKN 4 yang mahir untuk bekerja baik di dalam negeri maupun luar negeri,” sebut Sahfalefi.
Kepala Disnakerin Kota Padang Ferry Erviyan Rinaldy, mengatakan, Job Fair Hybrid adalah salah satu usaha Pemko untuk mempercepat pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan. Selain itu juga sediakan ruang wawancara (interview) bagi perusahaan yang butuh cepat menerima tenaga kerja,” kata Ferry.
“Jumlah pengangguran untuk Padang sangat tinggi di Sumbar, sekitar 11,69 persen dari jumlah pencari kerja yang ada itu beban kita bersama. Dinas Tenaga Kerja tidak bisa bekerja sendiri maka harus berkolaborasi dengan seluruh pihak,” sebut Ferry.
Pada Job Fair Hybrid 2023, jumlah peserta pencari kerja sudah lebih dari 5.700, sedangkan lowongan kerja yang tersedia sekitar 2.400 lowongan dari tingkat manajer sampai staf. “Kita berharap dengan job fair ini terjadi penurunan angka pengangguran di Padang,” paparnya.
Sementara itu, Pengawas Binaan SMKN 4 Padang, Nofriandi, menjelaskan pada kurikulum SMK Pusat Keunggulan bahwa siswa siswi wajib mengikuti Job Fair. “Ini luar biasa sekali kegiatan Job Fair yang diadakan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Disnakerin Kota Padang,” katanya.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar sebut Nofriandi telah berusaha semaksimal mungkin melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencanangkan SMK PK adalah SMK yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten pada kompetensi keahlian tertentu dan terserap di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
“Kepada siswa di waktu kelas XI sudah dipesan oleh dunia kerja, dan Kelas XII juga sudah dipesan oleh dunia kerja dan setelah tamat sekolah. Semua sudah bekerja, sehingga program pemerintah telah terlaksana. SMK Pusat Keunggulan (PK) bisa menjadi solusi kerja sama yang ideal di mata dunia usaha dan dunia, harus menguasi soft skill untuk itu harus dilakukan pada era 4.0 yaitu harus kreatif, komunikatif, berpikir kritis, dan kolaborasi,” tegas Nofriandi. (ped)






