METRO PADANG

Job Fair Hybrid, SMKN 4 Padang Kolaborasi dengan Disnakerin

0
×

Job Fair Hybrid, SMKN 4 Padang Kolaborasi dengan Disnakerin

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Kepala SMKN 4 Padang, Sahfalefi, Kepala Disnakerin Kota Padang Ferry Erviyan Rinaldy, Pengawas Binaan SMKN 4 Padang, Nofriandi dan Wakil Kepala SMKN 4 Padang serta guru-guru setelah melaksnakan Talkshow saat Job Fair Hybrid, di gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center.

AZIZ CHAN, METRO–SMKN 4 Padang ikut berpartisipasi saat kegiatan Job Fair Hybrid 2023 yang digelar selama dua hari di gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center. Ini merupa­kan bentuk dukungan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang yang mengu­sung tema “Dengan Job Fair Kita Salurkan Kom­pe­tensi Tamatan SMK De­ngan Dunia Kerja”.

Kepala SMK 4 Padang Sahfalefi mengungkapkan, Dunia Industri dan Dunia Kerja (Iduka) merupakan program integrasi kuri­kulum pendidikan. Job Fair mempertemukan pencari kerja dengan dunia kerja, sehingga bertemu dan me­ngu­rangi serta mem­per­cepat supaya tidak terjadi pengangguran.

“Banyak anak-anak kita yang punya kompetensi tapi tidak bisa kerja, di satu sisi perusahaan butuh te­na­ga kerja karena belum ke­temu antara pencari kerja dengan dunia ker­ja,”kata Sahfaleni.

“Alhamdulillah SMKN 4 diberikan kesempatan Dis­na­kerin Kota Padang untuk berkabolorasi  SMKN 4 Padang. Hal ini diapresiasi Dinas Pendidikan Sum­bar,” lanjutnya.

Disebutkan Sahfalefi, ada 121 perusahaan yang membuka lowongan kerja, sehingga anak-anak muda bisa memanfaatkan peluang tersebut. “Keunggulan SMKN 4 salah satu SMK Pusat Keunggulan di Indonesia, SMKN 4 Padang dengan moto sekolah orang kreatif, karena kita bergerak dibidang industri kreatif. Mudah-mudahan dengan job fair dapat mempercepat anak-anak dan alumni SMKN 4 yang mahir untuk bekerja baik di dalam negeri maupun luar ne­geri,” sebut Sahfalefi.

Kepala Disnakerin Kota Padang Ferry Erviyan Ri­naldy, mengatakan, Job Fair Hybrid adalah salah satu usaha Pemko untuk mempercepat pertemuan antara pencari kerja de­ngan perusahaan. Selain itu juga sediakan ruang wawancara (interview) ba­gi perusahaan yang butuh cepat menerima tenaga kerja,” kata Ferry.

“Jumlah pengangguran untuk Padang sangat tinggi di Sumbar, sekitar 11,69 persen dari jumlah pencari kerja yang ada itu beban kita bersama. Dinas Tenaga Kerja tidak bisa bekerja sendiri maka harus ber­kolaborasi dengan seluruh pihak,” sebut Ferry.

Pada Job Fair Hybrid 2023, jumlah peserta pencari kerja sudah lebih dari 5.700, sedangkan lowongan kerja yang tersedia sekitar 2.400 lowongan dari tingkat manajer sampai staf. “Kita berharap dengan job fair ini terjadi penurunan angka pengangguran di Padang,” paparnya.

Sementara itu, Pengawas Binaan SMKN 4 Pa­dang, Nofriandi, menjelaskan pada kurikulum SMK Pusat Keunggulan bahwa siswa siswi wajib mengikuti Job Fair. “Ini luar biasa sekali kegiatan Job Fair yang diadakan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Disnakerin Kota Padang,” katanya.

Dinas Pendidikan Pro­vinsi Sumbar sebut Nofriandi telah berusaha semaksimal mungkin melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tek­nologi mencanangkan SMK PK adalah SMK yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten pada kompetensi keahlian tertentu dan terserap di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

“Kepada siswa di waktu kelas XI sudah dipesan oleh dunia kerja, dan Kelas XII juga sudah dipesan oleh dunia kerja dan setelah tamat sekolah. Semua sudah bekerja, sehingga program pemerintah telah terlaksana. SMK Pusat Keunggulan (PK) bisa menjadi solusi kerja sama yang ideal di mata dunia usaha dan dunia, harus menguasi soft skill untuk itu harus dilakukan pada era 4.0 yaitu harus kreatif, komunikatif, berpikir kritis, dan kolaborasi,” tegas Nofriandi. (ped)