PAYAKUMBUH/50 KOTA

Belasan Anak Punk dan Siswa Terjaring Operasi Satpol PP

0
×

Belasan Anak Punk dan Siswa Terjaring Operasi Satpol PP

Sebarkan artikel ini
TERJARING RAZIA— Anak-anak punk yang diamankan petugas saat melakukan razia di beberapa titik di kawasan Kota Payakumbuh, diberi arahan di Mako Satpol PP, Jumat (27/10).

PAYAKUMBUH, METRO–Operasi penertiban yang dilakukan Sat Pol PP Kota Payakumbuh berhasil menjaring belasan a­nak punk dari berbagai Provinsi di Indonesia yang dinilai meresahkan ma­sya­rakat. Selain belasan anak punk pria dan wanita, juga diamankan pelajar SLTP dan Siswa SLTA yang kedapatan bolos saat jam pelajaran, Jumat (27/10) pagi.

Anak punk yang terjaring operasi penertiban yang dilakukan Pol PP di­pimpin langsung Sekretaris Satpol-PP Payakumbuh, Dewi Novita di dua titik, pertama di Pasar Payakumbuh blok timur dan di exs Rumah Potong He­wan (RPH) Ibuah. Setelah diamankan, mereka dibawa ke Markas Satpol-PP di Padang Kaduduak.

”Sesuai dengan pe­ngaduan masyarakat dan pedagang yang resah de­ngan keberadaan anak punk di sejumlah titik pa­sar, kita menjaring/mengamankan belasan anak punk di pasar blok timur dan di exs Rumah Potong Hewan (RPH) Ibuah,” begitu disampaikan Dewi didampingi Kasi Ops. Bobby Andhika, kepada wartawan.

Mantan Camat Payakumbuh Timur itu juga menambahkan, belasan anak punk tersebut dija­ring saat tengah terlelap tidur, sehingga mereka dengan mudah digiring petugas untuk menaiki mobil patroli. Sementara untuk pelajar SLTP dan SLTA dijaring diberbagai tempat di Payakumbuh karena berkeliaran di jam sekolah.

”Sedang tidur, sehinga mereka dengan mudah kita jaring dan naikkan ke mobil patroli untuk selanjutnya kita periksa di Markas Satpol-PP,” tambahnya.

Selain dari Payakumbuh dan Kabupaten Lima­puluh Kota, anak punk tersebut berasal dari Ja­karta, Palembang dan Jambi. Setelah didata, dan dilakukan pembinaan de­ngan memberikan pengarahan agar belasaan anak punk tersebut untuk tidak lagi meresahkan masya­rakat ataupun pedagang.

Sementara terkait pelajar SLTP dan SLTA yang dijaring karena bolos saat jam pelajaran, setelah dijemput oleh orang tua dan guru mereka diizinkan pulang. Bahkan satu orang tua terlihat memarahi anaknya yang terjaring Satpol-PP karena bolos saat jam pelajaran. Sementara itu guru BK disalah satu SLTA yang terjaring membawa anak­nya kembali kesekolah untuk mengikuti sholat jumat setelah mengikuti arahan dan pendataan dari Pol PP.

”Mereka yang terjaring karena tidak mengikuti pelajaran atau bolos, akan kami tertibkan kemudian akan dikembalikan kesekolah,” tambahnya.

Dewi juga mengapresiasi masyarakat yang ikut membantu petugas dalam mewujudkan kea­manan dan ketertiban masyarakat/umum de­ngan melaporkan kepada petugas. “Kita apresiasi masyarakat maupun pedagang yang melaporkan karena terganggu atau resah dengan ulah belasan anak punk yang kita jarin,” sebutnya. (uus)