METRO PADANG

Kembangkan UMKM Kota Padangpanjang, Program Pemberdayaan Warung Z-Mart Diluncurkan

0
×

Kembangkan UMKM Kota Padangpanjang, Program Pemberdayaan Warung Z-Mart Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
GUNTING PITA— Pj Wali Kota Padangpanjang Sonny Budaya Putra gunting pita sebagai tanda di luncurkannya program Z- Mart bagi mustahik Kota Padangpanjang.

Upaya membangun dan mengembangkan U­saha Mikro Kecil Mene­ngah (UMKM), Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baz­nas), luncurkan program Wa­rung Z-Mart. Sebanyak 15 mustahik tercatat sebagai penerima warung Z-Mart tahun 2023, Rabu (25/10).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si kepada para mustahik di acara peluncuran salah satu warung Z-Mart di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padangpanjang Barat (PPB).

Sonny mengapresiasi Baznas atas program bantuan-bantuan yang telah disalurkan kepada masya­rakat yang membutuhkan di Padang Panjang. Baik itu bidang usaha, kesehatan, sekolah, UMKM dan lainnya.

“Kami sangat me­nga­presiasi program Z-Mart ini. Karena dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mengelola dan membangun usaha mikronya. Ini sebagai bukti bahwa zakat mampu menjadi instrumen keuangan yang solutif di tengah problematika umat,”ujarnya.

Ke depan program Z-Mart ini kan dapat terus berkembang. Sehingga yang dulunya mustahik bisa menjadi muzakki. Para penerima diminta untuk tidak berdiam diri dengan usaha yang ada. Namun terus mencari peluang sehingga omzet bisa dapat terus bertumbuh.

“Kita berharap program Z-Mart ini bisa membantu pertumbuhan wa­rung-warung kecil di Pa­dang Panjang. Semoga para penerima dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, pendidikan serta berdaya da­lam mendongkrak pere­ko­nomian UMKM, ”harapnya.

Sonny menambahkan, apa yang dilakukan Baznas, dapat memicu kesadaran masyarakat untuk terus berzakat, berinfak dan bersedekah guna me­numbuhkembangkan pe­rekonomian. Serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di Padang Panjang.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Sumberdaya Manusia, Keuangan dan Umum Baznas RI, Kolonel Caj (Purn), Drs. Nur Cham­dani mengatakan, bantuan ini penting karena Baznas adalah lembaga pemerintah non struktural yang ditugaskan negara untuk menjadi amil negara. Untuk bisa me­ngelola seluruh potensi zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya.

“Dana yang dikelola Baznas itu ditujukan untuk bisa melakukan pengentasan kemiskinan di Indonesia dan Padang Panjang khususnya. Dengan telah diberikannya bantuan ini, diharapkan para mustahik mendapatkan penghasilan yang lebih baik lagi,” sebutnya.

Sementara Ketua Baznas Padangpanjang, Syam­suarni, mengatakan  bantuan Z-Mart tahun ini di­berikan kepada 15 penerima dengan total Rp120 juta. Meliputi bantuan modal, branding berupa pemberian papan merek Z-Mart, pemberian rak, pembuatan seragam, dan pengecatan serta pendamping pencatatan ke­uangan dan laporan ke­uangan yang dikumpulkan setiap seminggu sekali.

“Awalnya Z-Mart ta­hun ini kita alokasikan untuk 16 penerima. Tetapi karena ada kendala teknis, yang berlanjut hanya 15. Bantuan berupa modal sebesar Rp4 juta kemudian dilakukan proses bran­ding papan nama, rak dan pengecatan, serta seragam. Total dana yang didapatkan oleh setiap warung adalah sekitar Rp6 juta per warung,” terangnya.

Untuk kegiatan Z-Mart pada 2023 ini, ungkap Syam­suarni Baznas me­ngalokasikan dana pendampingan untuk satu tahun masa kerja. Dengan gaji pendamping sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Lebih lanjut, Syamsuarni mengungkapkan, bantuan Z-Mart ini merupakan yang kedua kalinya disalurkan Baznas. Pada 2022 lalu disalurkan kepada 18 penerima. Untuk tahun ini kepada 15 penerima. Dua orang dari 18 penerima pada tahun lalu, kini telah keluar sebagai mustahik. Itu tandanya usaha yang dijalankan menunjukkan hasil yang positif.

“Para peserta saudagar Z-Mart juga melakukan pertemuan rutin dua kali dalam satu bulan. Dalam kesempatan itu mereka mengumpulkan tabungan, melaporkan catatan penjualan,  saling berbagi informasi, bahkan sudah bisa berinfak. Rata-rata infak yang dikumpulkan setiap pertemuan a­dalah sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, ”lanjutnya.

Ditambahkannya, selain Z-Mart, Baznas juga melakukan pemberda­yaan dengan membentuk 11 Z-Auto, yaitu bengkel yang diberdayakan. Untuk proses Z-Auto ini masing-masing bengkel dibantu sekitar Rp11 juta. Terdiri dari bantuan modal dan branding serta pendampingan yang sudah berlangsung selama tiga bulan.

“Program Z-Auto ini bersumber dari dana pem­berdayaan Baznas Provinsi Sumatera Barat dengan nilai sebesar Rp154 juta. Sebagai tambahan, keberadaan papan nama Z-Mart juga telah menjadi berkah per­kem­bangan usaha seorang pemilik. Di mana, para sales barang kelontong sudah menitipkan barangnya di Z-Mart sehingga modal jadi lebih mu­rah, ”tuturnya.

Turut hadir pada ke­sempatan tersebut, kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, kepala bidang Dinas Sosial, Lurah, Wakil Ketua IV Baznas Sumbar, Drs. H, Nurman Agus, kepala Kantor Kemenag, para penerima dan undangan terkait lainnya. (rmd)