SOLOK, METRO – Perilaku dan gaya hidup generasi muda cenderung mengarah pada pergaulan bebas. Ancaman narkoba hingga perilaku seks pranikah dapat menghancurkan masa depan mereka.
Wakil Wali Kota Solok, Reinier mengungkapkan masalah narkoba di Kota Solok memang cukup mengkhawatirkan. Peran nyata dari duta GenRe dan seluruh siswa sangat diperlukan untuk melawannya.
Ketika berkunjung ke Pusat Informasi Konseling (PIK) SMA 2 Kota Solok, Reinier mengatakan, keberadaan program Generasi Berencana (GenRe) di sekolah dan perguruan tinggi cukup penting. Tidak saja sebagai sarana menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja namun juga sarana berkegiatan positif.
GenRe merupakan suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan bekeluarga bagi remaja dan mahasiswa yang diarahkan untuk mencapai Tegar Remaja.
Dan melalu program Genre, diharapkan remaja Kota Solok bisa diarahkan untuk berperilaku sehat, terhindar dari resiko TRIAD KRR (seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), dan mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
Reinier juga merasa yakin, melalui Pusat Informasi dan konseling (PIK) yang dikelola sendiri oleh pelajar dan mahasiswa, Generasi muda bisa saling berbagi terkait berbagai hal persoalan yang dihadapi kawula muda.
“Yang juga perlu menjadi perhatian Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) atau dengan kata lain menghindari pernikahan di usia terlalu dini. Idealnya, minimal usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki,” ujarnya.
Reinier mengungkapkan, perilaku seks pranikah harus segera diatasi, sebab sangat beresiko terhadap masa depan remaja perempuan dan secara aturan agama Islam, hal itu sangat dilarang keras.
“Dengan adanya kesadaran akan bahaya tersebut, orang tua harus lebih mawas dalam mengawasi pergaulan anak perempuan, dengan memberikan pemahaman baik secara agama, maupun adat istiadat. Untuk itu secara bersama-sama perlu mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat,” tukasnya. (vko)





