METRO SUMBAR

Harga Ubi Kayu Murah, Pembuat Kerupuk Ikut Terdampak

0
×

Harga Ubi Kayu Murah, Pembuat Kerupuk Ikut Terdampak

Sebarkan artikel ini
IKUT TERDAMPAK— Tesia Irenda (30), pemilik usaha kerupuk Ubi Asni yang berada di Jalan Datuak Parpatiah Nan Sabagang No 40, Keluaran Payobadar, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuah, ikut terdampak akibat harga ubi kayu yang murah

PAYAKUMBUH, METRO–Anjloknya harga jual ubi kayu dipasaran, tidak saja berdampak pada pe­tani yang menanam ubi kayu, namun mulai dirasakan pembuat kerupuk ubi di Kota Payakumbuh, se­bab dengan harga saat ini penjualan mereka ber­ku­rang jika dibandingkan dengan sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi karena banyaknya masyarakat yang memproduksi kerupuk ubi kayu, sehingga produk kerupuk ubi kayu banyak dipasaran dan harga jual juga berkurang.

Saat ini penjualan kerupuk ubi dipasaran hanya berkisar 50-75 ikat kerupuk, sangat jauh jika dibandingkan dengan waktu sebe­lumnya yang bisa mencapai 150 ikat kerupuk. De­ngan penjualan 50-75 ikat perminggu itu sangat berdampak pada masyarakat yang memproduksi kerupuk ubi.

Hal tersebut diungkapkan Tesia Irenda (30), pemilik usaha kerupuk Ubi Asni yang berada di Jalan Datuak Parpatiah Nan Sabagang No 40, Keluaran Payobadar, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuah.

Baca Juga  Pemkab Tanah Datar Bersiap Ikuti Lomba Kabupaten/Kota Sehat 2025

“Harga beli ubi yang saat ini Rp. 1.000 perkilogram berdampak pada penjualan kerupuk dipasaran. Jika sebelumnya bisa mencapai 150 ikat, kini ha­nya mencapai 50-75 ikat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, menurunnya penjualan kerupuk itu terjadi karena harga beli ubi yang murah sehingga produksi kerupuk melimpah karena banyak masyarakat yang memproduksi.

“Harga beli ubi yang turun dari harga Rp. 2.0000 ke Rp. 1.000 berdampak dengan banyaknya pro­duksi kerupuk oleh ma­syarakat, sehingga harga jual dipasaran turun. Biasanya kita menjual kepada pedagang seharga Rp. 9500 per ikat isi 100 buah kerupuk, namun saat ini hanya Rp. 8.000,” tambahnya.

Baca Juga  Petani di Lengayang Curhat ke Mahyeldi Soal Irigasi Rusak Akibat Bencana

Melimpahnya ubi kayu dipasaran menurut Tesia juga diakibatkan oleh pe­dagang oleh-oleh yang memilih menanam sendiri ubi kayu untuk kebutuhan me­reka, sehingga ubi kayu hasil panen ma­sya­rakat/petani tak lagi terbeli.

“ Ubi kayu yang melimpah dipasaran saat ini juga terjadi akibat pe­ngu­saha oleh-oleh (Kerupuk Sanjai) yang lebih memilih menanam sendiri ubi untuk kebutuhan usaha mereka dibandingkan membeli hasil tani masyarakat, sementara diwaktu bersamaan petani juga panen dan hasilnya juga melim­pah,” ucapnya. (uus)