METRO PESISIR

Ponpes Nurul Yaqin Darussalam Gelar Peringatan Hari Santri

0
×

Ponpes Nurul Yaqin Darussalam Gelar Peringatan Hari Santri

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HARI SANTRI— Pj Wali Kota Pariaman Roberia saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Yaqin Darussalam.

PARIAMAN, METRO–Menyambut Hari Santri Nasional tahun 2023, kemarin, Pj Walikota Pariaman Roberia menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Nurul Yaqin Darussalam Desa Cubadak Air Utara Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Dalam kegiatan yang mengambil tema jihad santri jayakan negeri, Roberia menyampaikan pidato  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, tentang ajakan beliau kepada semua untuk meneladani semangat para santri  yang berjuang dengan sepenuh hati dan jiwa untuk memajukan bangsa dan negara, dan arti jihad yang dimaksud adalah bukan peperangan fisik melainkan perjuangan moral dan intelektual.

“Peringatan hari santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik kita semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Indonesia apapun latar belakang­nya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” sebut Roberia.

Baca Juga  Sabtu Minggu Tetap Layani e-KTP di Padangpariaman

Melalui momen upacara peringatan Hari Santri tahun 2023 ini, Menteri Agama mengajak secara  bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.

Kemudian katanya, mari besama sama menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah).

Tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia.

Baca Juga  Wabup Silaturahim dengan Direktur Hotel

“Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” tandasnya. (efa)