BERITA UTAMA

Survei LSI: Prabowo-Gibran 35,9%, Ganjar-Mahfud 26,1%, AMIN 19,6%

0
×

Survei LSI: Prabowo-Gibran 35,9%, Ganjar-Mahfud 26,1%, AMIN 19,6%

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka

JAKARTA, METRO–Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei elektabilitas 3 pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia capres cawapres. Survei menunjukkan Prabowo Su­bianto unggul 35,9% bila dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka.

Survei dilakukan pada 16-18 Okto­ber 2023 terhadap 1.229 responden. Survei dilakukan melalui telepon. Target populasi survei WNI berusia 17 tahun atau sudah menikah. Survei dilakukan setelah putusan MK soal capres dan cawapres di bawah usia 40 tahun boleh maju asalkan berpenga­laman sebagai kepala daerah.

Pemilihan sampel dilakukan mela­lui random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Survei dilakukan dengan wawancara telepon oleh pewawancara yang terla­tih. Tingkat populasi nasio­nal yang bisa dijangkau dengan telepon 83%. Margin of error ±2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

LSI dalam rilis surveinya, membuat tiga simulasi pasangan bakal capres dan cawapres. Dalam simulasi itu, Prabowo ungggul dengan siapapun dia dipa­sangkan.

Pada simulasi pertama, Prabowo yang dipasangkan dengan Gibran Rakabuming, unggul dengan elektabilitas mencapai 35,9 persen. Di posisi kedua ada Ganjar-Mahfud dengan elektabilitas sebesar 26,1 persen, lalu pasangan Anies-Cak Imin dengan 19,6 persen.

Prabowo juga meng­ungguli Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin dalam simulasi ia dipasangkan dengan Erick Thohir. Elektabilitas Prabowo bahkan lebih tinggi mencapai angka 39 persen. Kemudian, Ganjar-Mahfud di angka 37 persen, Anies-Cak Imin 19,2 persen.

Kemudian, dalam simulasi ketiga, Prabowo juga unggul jika dipasangkan dengan Khofifah Indar Pa­rawansa. Elektabilitas ke­duanya mencapai 35,8 persen unggul dari Ganjar-Mahfud di posisi kedua dengan 26,1 persen, dan Anies-Cak Imin 19,6 persen.

Peneliti LSI Djayadi Hanan memaparkan Pra­bowo unggul 39% bila dipasangkan dengan Erick Thohir. Dia menyebut hasil survei menunjukkan Erick bisa membantu mening­katkan elektabilitas Prabowo 2 sampai 3% bila berhadapan dengan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN).

“Simulasi ini menunjukkan bahwa ada sedikit keunggulan Erick Thohir yang bisa membantu Prabowo meningkatkan perolehan suaranya sampai dengan 2 sampai 3 % kalau berhadapan dengan Ganjar-Mahfud dan Anies Baswedan-Cak Imin. Sementara kalau Gibran dan Khofifah efeknya lebih rendah diban­dingkan dengan Erick Thohir,” kata Djayadi saat pemaparan, Minggu (22/10).

Sementara itu, elektabilitas Ganjar turun 5,5 persen dari 30,9 persen menjadi 25,4 persen. Demikian halnya elektabilitas Anies Baswedan yang terkoreksi 0,4 persen. Dari penurunan sebanyak itu, selain 3,4 persen yang teralihkan ke Prabowo, 2,4 persen di antaranya teralihkan ke responden yang masih belum menentukan jawaban. Swing voters diprediksi meningkat dari 13,6 persen ke 16 persen.

“Jadi memang kalau secara kasar, secara sederhana bisa terlihat, potensi majunya Gibran sebagai cawapres Prabowo meningkatkan perolehan suara Prabowo, tapi peningkatannya tidak terlalu banyak. Ada potensi untuk meningkat, seberapa besar real-nya belum tahu,” jelas Djayadi.

Namun demikian, angka itu belum final. LSI menemukan hal menarik yang justru membuat faktor Jokowi-Gibran berpotensi kontraproduktif untuk Prabowo jika dikenakan variabel lain, yaitu pengetahuan responden soal hubungan kekerabatan an­tara Jokowi, Gibran, dengan Ketua Mahkamah Kon­stitusi Anwar Usman. Semakin banyak orang yang tahu bahwa Anwar Usman adalah paman Gibran, potensi penurunan suara untuk Prabowo jika berpasangan dengan Gibran justru semakin besar.

“Di antara masya­rakat yang tahu atau pernah dengar bahwa Anwar Usman adalah adik ipar Presiden Joko Widodo, maka dukungan kepada Prabowo sedikit (turun), 31,6 persen. Dukungan kepada Prabowo lebih tinggi di kalangan yang tidak tahu bahwa Pak Anwar Usman adalah adik presiden Joko Widodo,” ungkap Djayadi. (jpg)