BERITA UTAMA

Kolam Renang UNP Makan Korban Jiwa, Siswa SD Kelas 3 Tewas Tenggelam, Tak Terpantau Orang Tua Gegara Ramai

1
×

Kolam Renang UNP Makan Korban Jiwa, Siswa SD Kelas 3 Tewas Tenggelam, Tak Terpantau Orang Tua Gegara Ramai

Sebarkan artikel ini
TENGGELAM— Suasana ketika korban Akhdan Nabil Arief Fadly yang tenggelam diberikan pertolongan pertama oleh tim penyelamat di kolam renang UNP.

PADANG, METRO–Tragis. Seorang bocah berusia delapan tahun meninggal dunia akibat tenggelam di Kolam Renang Indoor Universitas Negeri Padang (UNP) pada Minggu siang (22/10). Insiden nahas itu membuat suasana di kolam renang itu seketika berubah menjadi kepanikan.

Sebelum meninggal, korban bernama Akhdan Nabil Arief Fadly yang tercatat sebagai siswa di SD Pertiwi, dan saat ini masih berada di bangku kelas 3, sempat mendapat­kan pertolongan pertama oleh tim penyelamat kolam renang, dengan menekan-nekan dada korban.

Video yang memperli­hatkan upaya pertolongan pertama kepada korban beredar di media sosial Instagram. Terlihat pe­ngun­jung kolam berkeru­mun di pinggir kolam dan terlihat seseorang mene­kan-nekan dada korban. Se­dangkan di dekat korban ada seseorang pria berba­ju hitam yang sangat panik.

Lantaran kondisi kor­ban yang semakin mem­bu­ruk dan tak sadarkan diri, petugas penyelamat kemudian melarikan kor­ban ke Rumah Sakit Heri­mina di Jalan Khatib Sulai­man, untuk mendapatkan penanganan medis. Sa­yang­nya, nyawa korban tak dapat diselamatkan hingga dinyatakan me­ninggal dunia.

Sekretaris UNP, Dr Eri­an­joni membenarkan ad­naya kejadian itu. Menu­rutnya, korban tenggelam saat suasana kolam renang tersebut saat itu cukup ramai pengunjung, sehing­ga korban tidak terlalu terpantau orang tuanya.

“Meninggalnya korban di perkirakan pada pukul 11.12 wib, setelah dibawa ke Rumah Sakit Hermina dan juga sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tim penyelamat kolam re­nang UNP,” kata Erianjoni kepada wartawan saat di­konfirmasi.

Diceritakannya Erian­joni, pada kolam yang me­miliki kedalaman 1,5 meter yang landai ke tengah de­ngan kedalaman 1,8 meter tersebut, korban berenang didampingi oleh orang tua. Namum korban kesulitan untuk naik ke permukaan setelah duduk di dasar kolam.

“Saat itu, kondisi kolam renang juga cukup ramai pengunjung lainnya yang juga berenang di kolam Indoor UNP tersebut. Dugaan kami, korban terhalang ramainya orang sehingga kesulitan naik ke per­mu­kaan air kolam,” katanya lagi.

Mewakili UNP, Erianjoni juga mengucapkan turut berdukacita atas me­ning­galnya Akhdan siswa kelas 3 SD tersebut, dan menge­rahkan perwakilan UNP untuk mengantarkan jena­zahnya ke peristirahatan terakhir.

“Segenap civitas aka­demika UNP turut berduka cita atas meninggalnya ananda Akhdan Nabil Arief Fadly yang teng­gelam di kolam renang indoor UNP. Sebagai bentuk duka cita, perwakilan UNP dan Fakul­tas Ilmu Ke­olah­ragaan (FIK) turut me­ngantar jena­zah ke pe­makaman keluar­ga di Pa­riaman,” jelasnya.

Dia juga mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang lagi, mem­peri­ngatkan kepada para pe­ngunjung, serta orang tua yang membawa anaknya agar tidak melepaskan perhatian kepada anak-anaknya terutama yang belum bisa berenang.

“Kami mengimbau ke­pada para pengunjung Ko­lam renang Indoor UNP agar selalu mematuhi pera­turan yang ada saat ber­aktivitas renang di kolam tersebut, walaupun kami juga memiliki petugas pe­nyelamatan selama pe­ngunjung berenang di ko­lam renang,” imbaunya.

“Kami juga meminta orang tua harus menjaga dan mengawasi anaknya saat melakukan kegiatan berenang, khususnya pada anak – anak yang berke­butuhan dan penyakit ba­waan. Jika anak belum bisa berenang, jangan pak­sa­kan ke kolam besar. Silah­kan belajar di kolam khu­sus anak – anak,” tutupnya. (cr2)