SAWAHLUNTO, METRO–Proyek pelebaran jalan di Desa Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar longsor parah sehingga menutupi akses jalan warga dari arah Kubang menuju Kota Sawahlunto. Menurut keterangan Kepala Desa Kubang Tangah Rice kepada POSMETRO mengataka, bahwa pengerjaan fisik pelebaran jalan yang dilakukan oleh PT. Arpex Primadhamor, tanggal proyek 12 Juli 2023 sampai Desember 2023. Dengan nilai Proyek Rp.9, 2 miliar. telah banyak menuai keluhan di masyarakat.
Dimana masyarakat menilai pengawas proyek yang diutus PT. Arpex Primadhamor tidak kompenten dalam bekerja. “Kami atas nama ninik mamak dan pihak desa sudah 3 kali mengadakan rapat agar pengawas proyek yang bernama Zetro Prima diganti. Dinilai sangat tidak mengerti pengerjaan di lapangan dimana pengerjaannya membahayakan masyarakat, pengikisan tebing yang terlalu curam, mengakibatkan longsor besar. Dan sering tumpukan material berupa kerikil diletakan pada bahu jalan tanjakan akibatnya sering menimbulkan kecelakaan bagi pengguna roda dua ketika menuruni tanjakan jalan,” aku Rice.
Ditambahkan Rice, saat ini kondisinya tebing jalan yang dipelebar itu runtuh karena pondasinya tidak kokoh. Ada batu besar di tebing tersebut yang jatuh mengakibatkan tebing sepanjang pelebaran jalan itu runtuh sebagian dan menimpa pipa PDAM sehingga memperparah longsor yang terjadi.
Akibatnya, sejak longsor terjadi hari Rabu (18/10) hingga Kamis (19/10) warga tidak bisa melewati akses jalan dan harus memutar ke Silungkang bila ingin menuju Kota Sawahlunto untuk beraktifitas.
“Lumayan jauh menambah biaya transportasi dan memakan waktu. Bagi masyarakat yang ekonominya pas-pasan sangat merasa dirugikan. Yang lebih menjengkelkan hingga saat ini pihak kontraktor pelaksana dan pihak PUPR Sawahlunto yang bertanggung jawab tidak ada konfirmasi ke kami sebagai pihak Desa bersangkutan. Sangat susah dihubungi, dan saya sebagai Kepala Desa harus menerima keluhan warga bertubi-tubi,” ujar Rice geram.
Sementara saat dihubungi PUPR Sawahlunto yaitu Kepala Dinas Maizir sejak hari Rabu (18/10) hingga Kamis (19/10) tidak dapat dikonfirmasi karena nomor HP nya tidak aktif. Begitu juga dengan PPTK PUPR Datuak Abadi Palusia nomor HPnya juga tidak aktif selama 2 (dua) hari dari kejadian longsor dalam proyek pelebaran jalan Desa Kubang Tangah.
Pejabat Wali Kta Sawahlunto Zefnihan ketika dihubungi menyebutkan, pihaknya sudah langsung turun ke lokasi pada saat longsor terjadi Rabu (18/10). “Kita akan berikan penekanan lagi kepada instansi bersangkutan terkait percepatan tindakan kelancaran jalan warga Desa Kubang Tangah,” ujarnya.
Di satu sisi POSMETRO telah menghubungi kontraktor yang bersangkutan PT. Arpex Primadhamor kepada pengawas lapangannya Zetro Prima.
“Memang benar terjadi longsor pada tebing pelebaran jalan yang dikerjakan. Kejadian tersebut berawal dari jatuhnya batu besar pada tebing tersebut dan menyebabkan longsor,” akunya.
Diceritakan Zetro Prima, bahwa longsor terjadi pada Rabu (18/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Lebar jalan yang dikerjakan antara 4 – 5 meter dengan tebing. Panjang pelebaran jalan 1, 320 meter (1,32 km). Bagian longsor terletak pada proyek pelebaran jalan dititik 880 meter.
“Sekarang kami sedang melakukan perbaikan menggunakan 2 alat berat yang kami miliki ditambah 1 alat berat dari PUPR Sawahlunto, pemasangan batu untuk pelebaran jalan pada tebing yang longsor. Untuk sore ini Kamis (19/10) sekitar pukul 16.00 wib sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” kata dia. (pin)





