JAKARTA, METRO–2024 menjadi tahun rawan bagi aparatur sipil negara (ASN). Gelaran pemilu menjadi godaan mereka. Baik dalam pileg, pilpres, maupun pilkada. ASN sering kali tidak netral. Turut dukung-mendukung calon atau peserta pemilu. Baik itu langsung maupun tidak langsung. Termasuk lewat unggahan di media sosial (medsos).
“Loyal itu pada struktur kenegaraan. Bukan orang yang duduk menjabat di dalamnya,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam diskusi bertajuk Terlibat Politisasi, Terjerat Korupsi yang digelar Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kemarin (18/10).
Dia menyatakan, loyal kepada pejabat menjadi pintu masuk ASN tidak netral dalam tahun politik. Netralitas ASN sangat penting lantaran posisi dan perannya di masyarakat. Menurut data, ada 913.834 ASN pusat dan 3,4 juta ASN daerah yang masih aktif. ’’Coba bayangkan, jumlah ASN digabung dengan keluarganya. Paling tidak, ada 20 juta orang,’’ ucapnya.
Ketika ASN berpihak dan mengarahkan dukungan ke salah satu calon, rekrutmen kepemimpinan secara nasional menjadi rusak. Karena itu, ASN harus tidak memihak, bebas intervensi, dan tidak mendukung calon tertentu.
Ghufron berharap tidak ada ASN yang ikut-ikutan deklarasi, berkampanye, atau membuat posting-an dan komentar di medsos. Apalagi ikut memasang baliho calon. (jpg)






