SOLOK/SOLSEL

Dampak El Nino bagi Pertanian, Debit Air Irigasi Berkurang dari 50 Persen

0
×

Dampak El Nino bagi Pertanian, Debit Air Irigasi Berkurang dari 50 Persen

Sebarkan artikel ini
KEKERINGAN— Tim Dinas Pertanian dan petani melihat langsung dampak kekeringan terhadap lahan persawahan.

SOLOK, METRO–Kota Solok merupakan salah satu wilayah yang mengalami fenomena El Nino. Kurangnya curah hujan yang terjadi di Kota Solok dan sekitarnya berdampak terhadap kegiatan pertanian di Kota Solok.

Dalam rangka mencari solusi untuk mengatasi dampak El Nino, tim yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Kepala Balai Sumber Daya Air dan BK Wilayah VI Provinsi Sumatera Barat dan Dinas PUPR Kota Solok me­lakukan pemantauan la­pangan bersama petani.

“Dengan menelusuri jaringan irigasi yang mengairi sawah Solok, dampak El Nino memang terasa.  Masyara­kat terutama petani diminta untuk waspada terhadap kekeringan pada padi sawah yang merupakan salah satu dampak dari El Nino yang diperkirakan akan berlangsung la­ma,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Zulkifli.

Disebutkan, salah satu upaya yang sering disarankan oleh penyuluh pertanian kepada kelompok tani yakni mengikuti program Asuransi Usaha Tani Tanaman Padi Sawah (AUTP). Dengan mengikuti program ini, petani diharapkan dapat meminimalkan kerugiannya akibat gagal panen.

Petani setidaknya ma­sih bisa melanjutkan usaha taninya dengan menanam padi pada musim tanam berikutnya, dari AUTP yang diklaim. “Beberapa solusi yang ha­rus disegerakan dalam mengantisipasi dampak El Nino terhadap pertanian di Kota Solok terutama terhadap tanaman padi,” ujarnya.

Alqudri selaku kepala Balai Wilayah VI menyampaikan bahwa debit air irigasi memang berkurang lebih dari 50 persen dari kondisi biasanya. Hal ini menyebabkan air tidak mencukupi untuk mengairi seluruh persawahan.

“Dengan adanya pemantauan dan dilakukannya beberapa solusi yang ada, diharapkan dampak El Nino terhadap pertanian Kota Solok terutama padi yang merupakan komoditi unggulan kota Solok dapat diminimalisir. Sehingga tidak mempengaruhi pro­duk­si beras secara signifikan,” sebut Alqudri. (vko)