PESSEL, METRO–Praktisi penyiaran Dr. Yuliandre Darwis berharap Pemda sebagai entitas publik perlu meningkatkan digitalisasi pelayanan publik.
“Salah satu ciri masyarakat modern pelayanan publik kian mudah dan murah, apalagi kemajuan teknologi mesti dibarengi dengan kemudahan pelayanan” ujarnya saat menjadi narasumber pada Bimtek Peningkatan Kapasitas Admin/Penulis Berita Organisasi Perangkat Daerah, Rabu, (19/10) di Triza Hotel Painan.
Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu menyebutkan pelayanan publik yang dilakukan secara digital disamping praktis berbiaya murah, juga tak perlu lagi menghadirkan masyarakat secara fisik.
Akademisi Unand itu, bahkan memberi contoh negara kecil pecahan Uni Sovyet, Estonia yang unggul karena mampu menerapkan semua pelayanannya secara digital. “Estonia bagus untuk dijadikan contoh, atau bahkan sejumlah kabupaten/kota seperti Bukittinggi dan Padang Panjang, patut dicontoh terkait digitalisasi ini” tukuknya.
Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, yang diwakili staf ahli bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Wendi menyebutkan bahwa para admin atau pembuat berita mesti bisa mengambil sudut pandang yang pas, sehingga informasi yang disajikan akurat dan menarik. “Admin pasti sudah punya pengetahuan dasar tentang penulisan berita., namun perlu menggali potensi yang ada. Caranya dengan banyak berlatih membuat berita” ujarnya.
Wendi berharap kreasi dan kreatifitas admin akan menjadi wajah berita atau informasi yang disajikan pada laman Web OPD. “Kalau narasi dan sudut pandangnya biasa-biasa saja. Ibarat kue, kemasan dan rasanya mesti padu” tukuk kabag humas Pemkab Pessel 2017-2019 itu.
Sementara itu ketua panitia pelaksana, Wilda dalam laporannya menjelaskan bahwa bimtek diikuti 50 orang dari utusan perangkat daerah dan instansi vertikal. “Kita berharap bimtek ini menjadi ajang komunikasi para admin atau pembuat berita, sekaligus dapat menggali pengetahuan atau pengalaman dari narsum” ujarnya.
Kepala bidang diskominfo itu menjelaskan, narasumber yang dihadirkan akademisi dan praktisi yang menguasai bidangnya. “Ada Dr. Yuliandre Darwis, Agusmardi, Adrian Tuswandi dan Kabid Kominfo” tambah Wildan.(jes)






