BERITA UTAMA

Sadis! KKB Tembak Mati 7 Pekerja Tambang, Upaya Evakuasi Diganggu Rentetan Tembakan

2
×

Sadis! KKB Tembak Mati 7 Pekerja Tambang, Upaya Evakuasi Diganggu Rentetan Tembakan

Sebarkan artikel ini
KANTONG MAYAT— Petugas mengevakuasi jenazah pekerja tambang yang dibunuh KST di Distrik Samboga, Yahukimo.

JAKARTA, METRO–Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali me­nunjukkan kesadisannya. Mereka membantai tujuh pekerja tambang tradisional.  Aksi kejam itu dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogeya.

Sesuai kronologi kejadian dari Polda Papua dan Satgas Damai Cartenz, penyerangan dilakukan KKB terhadap pekerja tambang emas tradisional di Kali I, Kampung Mosum II, Distrik Samboga, Kabupaten Yahukimo.

Penyerangan dilakukan pada Senin ( 16/01) pukul 14.30 WIT dengan korban awal lima orang meninggal. Namun, setelah dilakukan evakuasi, jumlah korban meninggal bertambah dua orang.

Kaops Damai Cartenz Kombespol Faizal Rama­dhani mengatakan, KKB berupaya mengganggu upaya evakuasi yang dilakukan petugas gabungan. “Terjadi kontak tembak selama 1,5 jam dengan KKB,” urainya. Setelah baku tembak berakhir, pe­tugas berhasil mengevakuasi tujuh jenazah. Petugas juga mampu menyelamatkan 11 pekerja tambang dalam keadaan hidup.

Baca Juga  Di Munas Golkar, Jokowi: Saya Lebih Nyaman di Bawah Pohon Beringin

Selain membunuh tujuh pekerja tambang, KKB membakar tiga ekskavator, dua truk, dan satu kamp penambangan. “Ka­mi masih kejar pelaku,” terangnya.

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan, petugas akan menindak tegas semua anggota KKB yang mengganggu keamanan. Menjelang Pe­milu 2024, dia akan mengerahkan semua anggotanya untuk meningkatkan kea­manan.

Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Ko­gabwilhan) III Letjen TNI Richard TH Tampubolon menegaskan, TNI dan Polri tidak akan berhenti me­ngejar KKB. “TNI-Polri berkomitmen untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai melalui penegakan hukum secara tegas dan terukur,” kata dia.

Baca Juga  KPU: 5 TPS di Sumbar Lakukan PSU

Richard mengatakan, gangguan terhadap orang asli Papua (OAP) masih kerap terjadi. Para pelaku bahkan tidak peduli lagi terhadap korban. Buktinya, perempuan dan anak sering menjadi sasaran.

Selain penembakan, belum lama ini terjadi penganiayaan berat terhadap dua perempuan. Mereka dilukai lantaran melawan ketika hendak dirudapaksa. Satu di antara dua korban akhirnya meninggal. “Ba­gai­mana mungkin atas nama memperjuangkan kepentingan masyarakat OAP kalau kerjanya menganiaya, memerkosa, dan membunuh secara sadis,” ujarnya.

Richard berharap seluruh masyarakat Papua mem­bantu menjaga stabilitas keamanan di daerah tempat tinggal mereka. (jpg)