PESSEL, METRO–Bukan kaleng-kaleng dan tidak hanya sekedar sebagai peramai pesta demokrasi semata, langkah politik anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dapil 1 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Julianavia, siap melanjutkan pengabdian sebagai wakil rakyat dalam memberikan kontribusi pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan, dan umumnya Sumatera Barat.
Julianavia telah mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat selama tiga periode DPRD Pesisir Selatan dari periode 2009-2024. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kabupaten Pesisir Selatan telah membesarkan namanya sebagai wakil rakyat di DPRD Pessel.
Lahir di Bungo Pasang II, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan 02-06-1969, politisi Partai Persatuan Pembangunan ini masih belum bisa melakukan pengabdian pada rakyat secara optimal. Maka, langkah politik saat ini menuju DPRD Provinsi Sumatera Barat, sebagai Bacaleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil 8 Kabupaten Pessel – Mentawai no urut 5.
“Amin, mohon doa dan dukungannya masyarakat Pesisir Selatan, saya ingin lanjutkan program pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan-Mentawai, Khususnya Sumatera Barat,”tegas Julianavia.
Lincah, pekerja keras dan cukup ulet nama Julianavia, ingin membangun Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumbar melalui Partai Persatuan Pembangunan sebagai partai telah membesarkannya. “Berpikir, Berbuat Kita Kuatkan Persatuan Untuk Pembangunan,”ucapnya lantang.
Pria yang hobi minum kopi hangat ini cukup akrab dengan beberapa rekan media, pahit manis dunia politik telah dirasakan. Julianavia, Bacaleg DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil 8 Pessel – Mentawai no urut 5 terus ingin berbuat untuk rakyat.
Ia mengajak pada masyarakat Pesisir Selatan dan Mentawai, dan Sumatera Barat menjadikan perbedaan sebagai bagian dari demokrasi, bukan malah menjadikan gerbang pemisah. Karena, siapapun nantinya akan berhasil meraih hati rakyat mereka adalah putra terbaik Kabupaten Pesisir Selatan. Dan, perlu kita dukung bersama.
Pekerjaan rumah dilakukan saat ini bagi dirinya masih belum rampung, masih banyak pekerjaan rumah dan aspirasi masyarakat belum bisa dilakukan secara optimal.
Lebih lanjut dirinya juga cukup menaruh perhatian pada sektor pertanian dan perkebunan di wilayahhnya, dalam rangka mendukung ketahanan pangan salah satunya pengembengan sektor perkebunan gambir. (rio)






