BERITA UTAMA

Wujudkan Pemerintahan Berbasis Elektronik, Gubernur Sumbar Raih 2 Penghargaan dari Kementerian Kominfo RI

0
×

Wujudkan Pemerintahan Berbasis Elektronik, Gubernur Sumbar Raih 2 Penghargaan dari Kementerian Kominfo RI

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN PENGHARGAAN— Wakil Menteri Kominfo RI Nezar Patria dan Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani, menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Selasa (17/10), di Jakarta.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansha­rullah menerima dua penghar­gaan dari Kementerian Komu­nikasi dan Informasi (Kominfo) RI. Penghargaan tersebut dibe­rikan atas andil Pemprov Sum­bar mewujudkan pemerin­ta­han berbasis elektronik me­lalui pemanfaatan layanan jaringan intra pemerintah dan pemanfaatan layanan mail multidomain.

Kedua apresiasi itu dise­rahkan langsung Wakil Men­teri Kominfo RI Nezar Patria dan Dirjen Aplikasi Infor­matika Samuel Abrijani, pada rapat koordinasi na­sional (rakornas) Kemen­terian Kominfo, Selasa (17/10), di Jakarta.

Melalui rakornas yang mengangkat tema “Kola­borasi Implementasi Sis­tem Pemerintahan Berba­sis Elektronik” Nezar Patria mengatakan, dengan ada­nya penguatan integrasi dan interoperabilitas arsi­tektur sistem pemerin­tahan berbasis elektronik (SPBE) nasional, akan me­nambah kekuatan dalam percepatan mewujudkan SPBE di Indonesia.

Dalam pelaksanaan­nya SPBE harus mengacu pada keterpaduan, kesi­nambungan, efektivitas dan interoperabilitas. “Ak­selerasi implementasi SPBE dilakukan melalui kolaborasi antara peme­rintah pusat dan daerah, meniadakan kepentingan sektoral dan memastikan kapasitas SDM dalam par­tisipasi,” ujar Nezar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Sum­bar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk mewujudkan pemerintah digital, tidak ha­nya ke pe­merin­tah pusat, tapi ter­hubung hing­ga ke tingkat na­gari.

“Implemen­ta­si teknologi hal yang harus kita wujud­kan me­nuju Indonesia Emas 2045. Untuk me­wu­jud­kan hal itu ko­mit­men pemerintah da­e­rah, keter­se­diaan jari­ngan dan SDM perlu men­jadi per­hatian,” ungkap Mahyeldi.

SPBE mewujudkan smart government dengan membangun layanan pub­lik yang kom­pleks secara baik, efektif dan efisien. Sementara rakornas dilak­sanakan un­tuk mem­ba­ngun sinergisi­tas antara pemerintah pu­sat dengan daerah dalam pelaksanaan SPBE.

Diketahui dalam ra­kor­nas, berdasarkan indeks penilaian internasional ta­hun 2020 di bidang e-government (SPBE), Indonesia berada di peringkat ke-88. Pada tahun 2022, hasil pe­nilaian internasional terha­dap penerapan e-government di Indonesia mening­kat ke peringkat 37.

Sementara itu, Kepala Dinas Ko­mu­nikasi Infor­ma­tika (Kominfotik) Provinsi Sumbar Si­ti Aisyah me­ngata­kan, Dinas Komin­fotik Sum­bar berkomitmen mengoptimalkan peng­gu­naan SPBE. Dengan mene­rap­kan sistem SPBE yang di­sarankan oleh peme­rintah pusat, kinerja pe­nye­leng­gara pemerin­ta­han elek­tronik bisa lebih efisien dan aman.

“Aplikasi yang diguna­kan untuk penunjang pe­nyelenggaraan pemerin­tahan di Sumbar tidak mu­dah diakses pihak luar. Dinas Kominfotik terus berupaya untuk melakukan inovasi demi kinerja pe­merintahan dan pelayanan yang lebih optimal,” ka­tanya.

Disebutkannya, dalam menjalankan SPBE terse­but, Pemprov Sumbar su­dah membangun jaringan tertutup, sesuai Keputusan Presiden (Kepres). Di mana arahan pusat menggu­nakan jaringan intra baik pusat dengan provinsi, provinsi dan OPD dan ka­bupaten/kota.

“Semua sudah kita laku­kan, dan dinilai, kita sudah memanfaatkan fasilitas pusat data nasional (PDN), sehingga aplikasi-aplikasi penting kita sudah tersim­pan di sana. Dengan jari­ngan intra yang menjadi program pusat agar semua data terhubung, aman dan satu data. Kita dinilai untuk menuju program lebih ma­tang,”ungkapnya.

Terkait pemghargaan yang diserahkan oleh Ke­menterian Kominfo RI, Siti Aisyah mengatakan, bia­sanya hanya diraih oleh provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa  Tengah dan Jawa Timur. Namun tahun 2023 Pemprov Sumbar ber­hasil mendapatkan. Hal ini menurutnya, suatu penca­paian yang harus diapre­siasi oleh seluruh pihak.

Siti Aisyah menam­bah­kan, terkait dengan literasi digital, nilai  indeks literasi masyarakat Sumbar juga termasuk tertinggi di Su­matera. Bahkan menjadi salah satu daerah yang berhasil menyabet dua gelar dari tujuh gelar.  “Ter­masuk Aceh dan Lampung, mereka masing-masing satu. Di Pulau Sumatera kita cukup diperhitungkan,” ungkapnya.

Sumbar memiliki ke­unggulan karakteristik ma­syarakat yang tertarik akan literasi, kondisi itu akan menjadi motivasi Di­nas Kominfotik Sumbar untuk melahirkan aplikasi yang berbasis pemba­ngu­nan ke depan.

“Ke depan kita akan terus membangun koordi­nasi dengan seluruh unsur lainnya, agar iklim peme­rintahan bisa bekerja lebih optimal dengan muara pem­bangunan yang bisa mengakomodir kese­jahte­raan masyarakat,” kata­nya. (fan/adv)