METRO PADANG

ISPU Mulai Turun, BPBD Tetap Imbau Warga Pakai Masker, Nelayan Pasia Jambak Mulai Produktif Melaut

1
×

ISPU Mulai Turun, BPBD Tetap Imbau Warga Pakai Masker, Nelayan Pasia Jambak Mulai Produktif Melaut

Sebarkan artikel ini

PASIA JAMBAK, METRO —Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Padang mulai turun. Para nelayan di Pasir Jambak pun mulai pro­duktif kembali dalam melaut dan mendapat tangkapan melimpah.

Meski demikian, BPBD Kota Padang tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker berstandar N95 / KN95 / KF94

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana di Kota Padang pada Selasa, (17/10) kualitas udara yang dihitung dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui Peralatan Air Quality Monitoring Sys­tem (AQMS) bernilai 73. Kategori sedang untuk parameter debu ukuran 2,5 mikrometer. Nilai ISPU ini turun dari angka 8 angka.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan me­lakukan tindakan pen­ce­gahan berupa penggu­naan masker yang dapat menyaring partikel debu ukuran 2,5 mikrometer, seperti masker bedah atau masker berstandar N95 / KN95 / KF94 jika berada di luar ruangan,” begitu im­bau­an BPBD Kota Padang se­cara tertulis, Selasa (17/10).

Baca Juga  Antisipasi Tawuran Selama Ramadhan, Anak Di Bawah Umur Dilarang Keluyuran Setelah Tarawih, Usai Shalat, Guru Cek Kehadiran Siswa Secara Luring

Sementara itu, sejumlah nelayan ikan di Pantai Pasir Jambak Padang, me­rasa senang dengan hasil tangkapan ikan mereka walaupun ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal tersebut dikarenakan mu­sim datangnya ikan yang melimpah ruah.

Salah seorang nelayan ikan di pantai Pasir Jambak, Ilman (38) mengatakan saat ini hasil tangkapan cukup banyak. “Ikan yang kami dapatkan lumayan sebab sekarang lagi mu­sim­nya ikan banyak. Alhamdulillah untuk hasil tangkapan sementara ini lumayan banyak dari yang sebelumnya,” katanya.

Dia menuturkan, bahwa sedikit atau banyaknya ikan yan didapat tidak disebabkan oleh kabut asap yang terjadi. Tetapi yang menjadi faktor utama dari kesulitan nelayan menang­kap ikan ialah angin yang berhembus dari arah selatan.

Lanjutnya, harga ikan saat ini kisaran Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Harga tersebut tergantung dengan kualitas jika kualitasnya bagus ikan menjadi mahal namun dilihat dengan hasil tangkapan beberapa nelayan saat ini ikan melimpah maka ikan bisa men­jadi murah bukan mahal.

Baca Juga  Jalur KA Pulau Air-Tarandam akan Aktif, DPRD Minta Pemko Sosialisasi ke Warga

“Penjualan ikan seka­rang tergantung dengan kualitasnya. Kalau kua­litas yang bagus ada yang Rp15 ribu atau Rp20 ribu per kilogram. ntuk harga ikan tongkol sekilo dijual dengan harga Rp60.000 hingga Rp65.000” ucapnya.

Nelayan lainnya, Edi, justru mengungkapkan hal yang berbeda. Karena cuaca yang tidak menentu, dia tidak bisa sering pergi melaut, karena risiko angin selatan yang tinggi, kurang lebih sudah dua bulan ini.

“Cuaca yang sering berubah yaitu angin dari arah selatan sangat kuat, sering terjadi gelombang besar ketika berada di tengah lautan, membuat saya sudah kurang lebih dua bulan ini tidak melaut karena risiko yang tinggi,” tuturnya. (cr2)