PESSEL, METRO–Warga Kampung Padangpanjang II, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dibuat gempar dengan penemuan mayat laki-laki yang tergantung dalam kamar di rumahnya, Sabtu (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ditemukan, korban berinisial AL (33) kondisinya lehernya terlilit tali nilon yang diikatkan ke kayu kuda-kuda atap rumah. Orang tua korban yang menemukan pertama kali dibuat histeris, sehingga mengundang kerumunan warga.
Kasihan melihat anaknya dalam kondisi seperti itu, keluarga korban bersama bersama warga selanjutnya menurunkan tubuh korban yang sudah kaku dan diletakkan di atas tempat tidur. Tak lama berselang, personel Polsek Lengayang datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Lengayang, Iptu Faisal Saputra melalui petugas Bhabinkamtibmas Kambang Utara, Aipda Aptrio Naldo membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengetahui informasi tersebut setelah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat.
“Saya dilaporkan oleh warga bahwa ada seseorang yang meninggal gantung diri di Kampung Padang Panjang II, Kenagarian Kambang Utara. Selanjutnya saya mendatangi tempat kejadian tersebut. Setelah sampai di lokasi didapati seorang laki-laki telah terbujur di atas tempat tidur dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Aipda Aptrio, Minggu (15/10).
Menurut Aipda Aprtio, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa laki-laki tersebut meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara menggantungkan lehernya dengan seutas tali tambang yang diikatkan keatas kayu yang melintang di atas kamar korban.
“Jadi, korban ditemukan tewas tergantung pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 14.00 WIB. Melihat kejadian itu, pihak keluarga langsung menurunkan tubuh korban dengan melepaskan lilitan tali pada leher korban,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Aptrio Naldo, berdasarkan keterangan dari orang tua korban, bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan sejak 2016. Korban rutin berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin Padang dengan rutin minum obat setiap harinya.
“Atas kejadian ini, pihak keluarga telah ikhlas dan tidak akan menuntut untuk dilakukan proses secara hukum atau pun dilakukan autopsi terhadap korban,” tukasnya. (rio)






