METRO SUMBAR

Menjaga dan Melestarikan Warisan Budaya di Solsel, Tahun Ini, Pemkab Solsel Anggarkan Dana Rp2,6 Miliar

0
×

Menjaga dan Melestarikan Warisan Budaya di Solsel, Tahun Ini, Pemkab Solsel Anggarkan Dana Rp2,6 Miliar

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN PENGURUS— Bupati Solok Selatan H. Khairunas memberi selamat usai kegiatan pengukuhan pengurus Perti, Perwati, dan Pemuda Perti masa bakti 2023-2028 di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan.

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengharapkan adanya upaya konkret dalam memajukan kebudayaan di tengah gempuran kemajuan teknologi untuk terus meningkatkan pengetahuan akan pelestarian warisan budaya di kabupaten ini. Asisten Pemerintahan dan Kesra Efi Yandri menyampaikan kemajuan kebudayaan saat ini harus mampu hadir da­lam pesatnya teknologi saat ini. “Warisan budaya ini kalau tidak dijaga dan dirawat, maka akan hilang sejarah dan identitasnya. Tentu kita memberikan perhatian lebih terhadap situasi ini melalui visi misi Pemkab Solok Selatan pa­da misi kelima,” kata Efi dalam pembukaan Seminar Pelestarian Warisan Budaya Kawasan Seribu Rumah Gadang oleh Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatra Barat di Hotel Pesona Alam Sangir, baru baru ini.

Dia menjelaskan, Pem­kab elah meningkatkan penganggaran untuk pemajuan kebudayaan ter­sebut. Ia menyebutkan penganggaran ini me­ning­kat secara signifikan diban­dingkan tahun sebelumnya. Untuk pelestarian dan pe­rawatan cagar budaya, Pemkab Solok Selatan di tahun 2023 ini telah menganggarkan pendanaannya sebesar Rp 2,6 miliar.

Baca Juga  APBD Terbatas, Bupati Sijunjung Jemput Program ke Kemendikbud

“Di tahun 2022 lalu kita menganggarkan pelestarian cagar budaya ini sebesar Rp 120 juta, dan di tahun ini meningkat signifikan. Dan upaya lain sebagai penguatan kita telah memberikan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat hingga lembaga adat untuk pemajuan kebudayaan di Solok Selatan ini,” katanya.

Lebih lanjut Kepala BPK Wilayah III Sumbar, Undri juga menjelaskan, terlaksananya pelestarian wa­risan budaya terhadap Kawasan Saribu Rumah Gadang ini diharapkan menjadi salah satu upaya penting untuk memajukan kebudayaan di Solok Selatan khususnya dan Sumbar umumnya.

“Kita mengharapkan Kawasan Saribu Rumah Gadang ini bisa menjadi sentra dalam meningkatkan identitas, edukasi dan kesejahteraan bagi masya­rakat setempat. Jadi pen­ting sekali pada kegiatan ini, kita membahas secara men­dalam bagaimana pros­pek ke depannya,” ujarnya.

BPK Wilayah III Sumbar juga mengharapkan agar pelestarian warisan budaya terhadap Kawa­san Saribu Rumah Gadang ini tidak hanya sebatas melindungi dan merawatnya saja. Namun harus ada upaya untuk me­ngem­bangkan secara pro­duktif demi memajukan kebudayaan dari segala aspeknya.

Baca Juga  DSPPKBPPPA Gelar Desiminasi Audit Kasus Stunting Tahap II

Terlebih dalam hal memajukan kebudayaan me­lalui upaya pelestarian warisan budaya, sinergitas semua sektor harus saling berperan dan bahu-membahu. Tidak hanya menjadi peranan instansi terkait, tapi yang paling utama adalah peran serta masya­rakat.

“Karena yang paling terpenting dari pengembangan kebudayaan itu adalah peran masyarakatnya. Sehingga upaya untuk mencapai tiga poin penting (identitas, edukasi dan kese­jahteraan) itu dapat diwujudkan, karena melestarikan warisan budaya itu bukan sekadar menjaga nilai, tapi turut menjaga semuanya yang bermuara pada kesejahteraan ma­sya­rakatnya,” lanjutnya. Seminar tersebut diikuti oleh para pengelola cagar budaya yang di Kabupaten Solom Selatan dan juga di hadiri Oleh Asisten III Irwanesa, dan Kadis Disparbud Solok Selatan. (ped/rel)