METRO SUMBAR

Harneli Mahyeldi: Agama Fondasi Dasar dalam Ketahanan Keluarga

0
×

Harneli Mahyeldi: Agama Fondasi Dasar dalam Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Barat, Harneli Bahar, membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Tengah Keluarga dan Masyarakat, Rabu (11/10) di Aula Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang.

PDG. PANJANG, METRO–Salah satu penyebab terjadinya kekerasan dalam keluarga yang menimpa ibu dan anak, karena kurangnya nilai agama sebagai fondasi dasar dalam keluarga. Hal itu diutarakan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T­P2A) Provinsi Sumatera Barat, Harneli Bahas saat membuka Sosialisasi Pencegahan Ke­kerasan terhadap Perempuan dan Anak di Tengah keluarga dan Masyarakat, Rabu (11/10) di Aula Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang.

“Untuk itu perlu panutan yang baik dalam ibadah dan perilaku kepada anak,” tutur Ummi Harneli di acara yang digelar P2TPA2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat dengan tema “Wujudkan Keluarga dan Masya­rakat Ramah Anak itu”.

Baca Juga  Bersama Wujudkan Masyarakat Sejahtera

Dalam acara yang turut diikuti Ketua DWP, Sri Hida­yani Sonny Budaya Putra, S.E bersama tokoh agama, tokoh adat serta beberapa pasangan keluarga peduli anak itu, Harneli menyampaikan penting­nya ketahanan keluarga da­lam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, jelas istri gubernur Sumbar ini, faktor pe­nyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di an­taranya perselingkuhan, ma­salah ekonomi, budaya patriarki, campur tangan pihak ketiga serta judi.

“Perlu peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan kekerasan tersebut dengan edukasi, peduli pada sekitar serta menjadi pelopor dan pelapor. Kalo kita baik dalam membina keluarga, maka akan tercipta ketahanan keluarga yang baik pula,” ungkapnya.

Baca Juga  Pembukaan Jalan Parik Panjang Dipresiasi Warga

Sementara Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si menyambut baik digelarnya kegiatan ini di Padang Panjang.

“Kegiatan ini sangat pen­ting, apalagi melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kita bisa memahami lebih lanjut me­ngenai pentingnya ketahanan keluarga guna mengurangi tingkat kekerasan dalam rumah tangga serta tidak menjadi PR dimasa yang akan datang,” harapnya.(rmd)