DHARMASRAYA, METRO – Tak mau tinggal diam karena 20 lebih balihonya dirusak di Kabupaten Dharmasraya, akhirnya Tim Calon Anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 Andre Rosiade beraksi. Akhir pekan lalu, Tim Andre di Dharmasraya melaporkan aksi tidak sportif itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dharmasraya.
Ketua Pemenangan Andre Rosiade di Dharmasraya, Juna Indra, Selasa (5/2) menyebutkan, membawa bukti-bukti perusakan dan foto-fotonya, tim mendatangi Bawaslu di Pulau Punjung. Sayangnya, laporan terkait itu langsung ditolak pihak Bawaslu karena dianggap belum memenuhi syarat.
“Laporan kami ditolak karena tidak memenuhi dua syarat. Selain harus mendatangkan saksi, kami juga diminta mencari siapa pelaku. Ini hal yang aneh, karena pelapor harus mendatangkan saksi dan mencari tahu siapa pelakunya,” ujar Juna Indra, kemarin.
Dia mengatakan akan membutuhkan waktu lama bahkan tidak bisa memenuhi syarat laporan yang diminta pihak Bawaslu Dharmaraya. Karena pihaknya hanya memiliki barang bukti foto kerusakan sejumlah APK tersebut. Kalau mencari saksi dan pelaku, tentu akan sangat sulit.
“Untuk itu kami selanjutnya akan melaporkan ini pada Polres Dharmasraya agar ditindak lanjuti, karena menyangkut pidana umum. Jika laporan diterima tentu pihak Polres akan menyelidi siapa dalang dari kerusakan ini,” ungkapnya.
Sayangnya, Ketua Bawaslu Dharmasraya, Syamsurizal tidak bersedia menanggapi alasan tidak diterimanya laporan Tim Andre Rosiade tersebut.
“Saya tidak mau melayani permintaan wawancara melalui telepon. Sebaiknya bertemu saja di kantor,” katanya.
Berbeda, Koordinator Divisi Penindakan Pemilu Bawaslu Sumbar, Elliyanti setelah dikonfirmasi mengatakan tidak bisa melanjutkan laporan yang diberikan Tim Andre Rosiade, karena memang tidak memenuhi syarat.
“Kami memang telah menerima laporan terkait kasus kerusakan APK ini dari Dharmasraya dengan korbannya Andre Rosiade. Namun pelapor tidak bisa menghadirkan siapa saksi dan siapa terlapor, sehingga tidak memenuhi syarat formil dan materil laporan ini,” ujarnya pada wartawan.
Jadi, katanya status dari laporan ini telah diputuskan untuk tidak bisa ditindak lanjuti sebelum pelapor mendatangkan saksi dan terlapor. Dihubungi terpisah, Andre Rosiade mengaku kecewa dengan tidak diterimanya laporan tersebut. Dia berharap semoga tidak ada hubungannya dengan dukungan politik.
“Kalau memang harus melapor ke Polres Dharmasraya, kita siap. Segera akan kita siapkan tim untuk mendatangi Mapolres,” kata Andre yang akhir pekan ini akan kembali melakukan kampanye roadshow di Dharmasraya. (zek)





