PESSEL, METRO–Seorang pria paruh baya diemukan tewas terpanggang gegara terjebak dalam kebakaran lahan dan pondok di ladang gambir miliknya sendiri di Bukit Timbulun, Nagari Siguntua Tuo, Kecamatan Koto X1 Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Selasa (10/10) sekitar pukul 12.45 WIB.
Saat ditemukan, kondisi jenazah korban yang diketahui bernama Syaf (57) sangat mengenaskan. Tubuhnya sudah hangus terbakar. Warga pun langsung berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat penemuan mayat terpanggang itu dan melaporkannya ke Polisi.
Tak lama berselang, petugas Polsek Koto XI Tarusan datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke rumahnya untuk disemayamkan lalu dikebumikan.
Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Donny Putra, mengatakan bahwa ada satu orang meninggal dunia dalam kebakaran ladang gambir di Bukit Timbulun, Kampung Siguntur Tuo. Menurutnya, korban merupakan pemilik lahan yang memang bekerja sebagai petani.
“Korban meninggal dunia karena kebakaran ladang gambir saat membersihkan ladang tersebut. Diduga, korban sengaja membakarnya untuk membersihkan ladang. Untuk korban sesuai informasi dari tetangga dan masyarakat sekitar kediamannya, saat ini sedang mengalami gangguan kejiwaan,” jelas Iptu Donny Putra.
Iptu Donny Putra mengungkapkan, awalnya korban datang ke ladang gambirnya yang berada di Bukit Timbulun pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban hanya sendirian dan membakar semak-semak yang berada pada bagian bawah bukit yang sudah kering.
“Semak-semak ini kering karena telah dibersihkan beberapa hari yang lalu. Selanjutnya korban naik ke bagian atas bukit, beberapa menit kemudian terlihat api sudah membesar dan membakar seluruh semak-semak yang sudah kering bekas dibersihkan,” katanya.
Iptu Donny Putra memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 1/4 hektar. Kebakaran lahan ini juga terlihat jelas oleh masyarakat dari jalan raya, dikarenakan asapnya cukup banyak mengepul.
“Keebakaran ini terlihat dari jarak 500 meter dari pinggir jalan. Karena melihat kepulan asap dan api membesar, warga berdatangan untuk memadamkan api. Setelah kebakaran lahan dipadamkan, baru ditemukan korban sudah meninggal,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Defrisiswardi menyebut korban yang bernama Syaf (57) sebelumnya ingin membersihkan lahannya dengan cara dibakar. Namun menurutnya angin yang kencang saat kejadian membuat api berkobar dan membesar cepat hingga korban terjebak dan tewas terbakar.
“Korban ini sebelumnya ingin membuka lahannya. Lahan itu ia buka dengan cara di bakar, tapi karena kencangnya angin menyebabkan korban terjebak di dalam kobaran api,” katanya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Defrisiswardi mengatakan dugaan kuat korban tewas karena sesak napas disebabkan asap dari kebakaran lahan. Sehingga menurutnya membuat korban tidak bisa menyelamatkan diri.
“Dugaan kami karena api besar, dan ditambah pekatnya asap membuat dia susah bernafas. Sehingga membuatnya tidak bisa menyelamatkan diri. Jenazah sudah dievakuasi ke rumah duka,” tutupnya. (rio)






