BERITA UTAMA

Kecelakaan Maut di Lubuk Bangku, Avanza Terjun ke Jurang, Satu Keluarga Tewas

0
×

Kecelakaan Maut di Lubuk Bangku, Avanza Terjun ke Jurang, Satu Keluarga Tewas

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi satu keluarga yang tewas usai mobil yang mereka tumpangi masuk jurang di Lubuk Bangku, Jorong Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tragis. Satu keluarga tewas usai mobil yang mereka kendarai terjun ke jurang Lubuk Bangku, Jalan Lintas Sumatra Barat (Sumbar)-Riau, men­jelang Fly Over Kelok Sembilan, Jorong Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (10/10) sekitar pukul 03.00 WIB.

Satu keluarga yang te­was diketahui bernama Riza Afrina (40), berjenis kelamin perempuan yang merupa­kan sopir mobil. Sedangkan penumpang­nya bernama Asri (62) ber­jenis kelamin laki-laki dan Afrow (39) ber­jenis kelamin perempuan.

Di jurang dengan dasar sungai berbatu yang ke­dalamannya 10 meter dari badan jalan, mobil Avanza ber­warna hitam itu posi­sinya ter­balik dengan ke­empat ro­da menghadap ke langit. Bahkan, bodi mobil sudah pe­nyok-penyok hing­ga mem­buat mobil itu tidak berbentuk.

Kejadian naas subuh buta itu sempat menyita perhatian masyarakat se­ki­tar dan pengguna jalan Sumbar-Riau yang me­lintas baik dari arah Pe­kanbaru maupun sebalik­nya. Lantaran ramainya warga yang menyaksikan proses evakuasi, membuat akses jalan menjadi macet.

Satu persatu jenazah korban dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari dasar jurang. Jenazah korban terlebih dahulu dimasuk­kan ke dalam kantong ma­yat lalu diangkat ke pinggir badan jalan dengan meng­gunakan tali. Setelah itu, jenazah ketiga korban di­bawa ke Rumah Sakit Ad­naan WD Payakumbuh.

Kepala Pos SAR Li­mapuluh Kota, Robi Saput­ra mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi sete­lah menerima laporan dari Pihak Kepolisian sekitar pukul 06.00 WIB, terkait mobil Avanza yang masuk jurang di Lubuk Bangku dan ada korban jiwa.

“Evakuasi korban mem­butuhkan waktu agak lama, karena korban posi­si­nya berada dalam mobil dengan posisi terbalik dan mengalami ringsek. Kemu­dian di bagian dalam mobil juga sudah masuk air aliran sungai,” ujar Robi Saputra kepada wartawan.

Menurut Robi Saputra, saat proses evakuasi, pi­hak­nya juga menemukan perlengkapan bayi, tapi dalam mobil tidak dite­mukan tubuh bayi. Atas dasar itulah, pihaknya sem­pat melakukan penyisiran di aliran sungai untuk men­cari bayi, namun setelah dihubungi pihak keluarga ternyata dalam mobil me­mang tidak ada bayi, hanya ada tiga orang korban.

“Jadi, korban mobil Avanza masuk jurang ini totalnya tiga orang. Dua perempuan dan satu laki-laki. Satu keluarga. Ketiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan sudah dibawa ke rumah sakit. Informasinya, pihak ke­luarga sudah menjemput jenazah korban untuk dike­bumikan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Li­mapuluh Kota, AKBP Ricar­do Condrat Yusuf, melalui Kasat Lantas, Iptu Omrizal membenarkan telah terjadi kecelakaan tunggal mobil Toyota Avanza BA 1299 CK di Jalan Sumbar-Riau, Jo­rong Aia Putiah, Nagari Sa­rilamak, Kecamatan Harau.

“Mobil Avanza BA 1299 CK melaju dari arah Pe­kanbaru, Provinsi Riau hen­dak menuju arah Paya­­k­um­buh. Nahas, seampai di lokasi kejadian mobil hilang kendali sehingga terjun ke jurang aliran sungai, sebe­lum Lu­buak Bangku dari arah Pe­kanbaru, dengan posisi ter­balik,” kata Iptu Omrizal.

Iptu Omrizal menutur­kan, akibat kecelakaan itu, sopir berikut dengan dua penumpangnya meninggal dunia. Dari hasil olah TKP, diduga kecelakaan itu dise­babkan sopir yang meru­pakan perempuan, me­ngantuk saat mengemudi, sehingga hilang kendali dan masuk jurang.

“Jurang itu kedala­man­nya lebih kurang 10 meter. Kondisi mobil rusak berat. Setelah ketiga korban die­vakuasi, kami selanjutnya mengeluarkan mobil dari dasar jurang dengan cara menariknya menggunakan derek,” sebutnya.

Sementara, salah seo­rang tokoh masyarakat setempat Iskarmon Basir, menyebut, mulai dari Lu­buk Bangku sampai dengan Fly Over Kelok Sembilan sudah sering terjadi ke­celakaan mobil maupun kendaraan roda dua. Di samping lokasi itu rawan dengan bencana longsor saat hujan deras tiba.

“Kecelakaan di ka­wa­san ini sudah sering. Kon­disi jalan sebenarnya ba­gus, tetapi memang penuh tikungan dan kalau dari arah Kelok Sembilan posi­sinya menurun, jadi perlu lebih hati-hati bagi peng­guna jalan,” sebut Iskar­mon Basir. (uus)