PADANG, METRO–Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar pelatihan aparatur desa gelombang ke 3 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 5 Oktober 2023 di enam hotel yang tersebar di Kota Padang Provinsi Sumbar. Sebanyak 496 peserta dibagi 17 kelas dengan jumlah peserta 32 orang.
Pelatihan aparatur desa gelombang 3 berasal dari Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Limapuluh Kota, Pasaman, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya dan Kota Pariaman.
Pada pelatihan ini, semua peserta selain mendapatkan edukasi sesuai dengan modul, pelatih juga memberikan materi tentang kebijakan penyelenggaran pemerintah desa, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan desa.
Materi ini perlu disampaikan supaya pemerintahan desa mampu menselaraskan seluruh kebijakan nasional padu padan dengan kebijakan nagari/desa di dalam penyelenggaraan pemerintah dan mampu melakukan pengelolaan dan akuntabilas keuangan. Materi lain yang diberikan kepada peserta adalah tentang materi kepemimpinan dan kewirausahaan. Melalui materi ini diharapkan para peserta dapat menjadi pemimpin yang amanah, melahirkan kebijakan pro masyarakat dan mampu menggali potensi alam local nagari/desa untuk meningkat ekonomi masyarakat di bidang kewirausahaan.
Dalam pelatihan ini materi tentang batas desa juga diantarkan oleh pelatih supaya peserta paham tentang pentingnya batas-batas desa di lakukan di masing masing nagari/desa. Tujuan agar tidak terjadinya penguasaan lahan oleh pihak lain demi menghindari terjadi konflik antar wilayah disebabkan oleh masalah batas desa.
Pelatihan gelombang ke 3 di Provinsi Sumbar dikunjungi langsung oleh Lutfi sebagai Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan dan Asset Pemerintahan Desa, Direktorat Bina Pemerintahan Desa RI dan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Amasrul dan Kordinator Provinsi Program P3PD RMC 7 Provinsi Sumbar, Feri Irawan.
Pada kesempatan itu, Lutfi melihat secara langsung proses dan dinamika pelatihan di 17 kelas dan 6 hotel di Provinsi Sumbar. Lutfi berpesan supaya pelatihan ini dilaksanakan seoptimal mungkin dengan memperhatikan jam pelajaran dan sub pokok bahasan. “Mohon kepada semua pelatih supaya semua materi dan modul di sampaikan secara penuh dan tidak boleh dipadatkan. Semua harus sesuai dengan alur,” ujar Lutfi
Dalam ruangan kelas peserta latih, Lutfi juga menanyakan kepada peserta tentang manfaat pelatihan ini. Salah satu peserta mengatakan pelatihan ini penting untuk lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang tugas dan kewajiban dalam menyelenggarakan pemerintahan desa.
Lebih lanjut Lutfi berpesan kepada peserta untuk serius mengikuti kegiatan pelatihan ini. Pada kesempatan kunjungan ini sekaligus beliau mengucapkan terimakasih kepada pelatih yang telah membantu seluruh proses pelatihan ini dan meminta agar pelatih di dalam memberikan materi harus di sesuaikan dengan modul yang telah diberikan.
Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan pengurus kelembagaan desa gelombang ke 3 secara serentak di laksanakan di 33 Provinsi yang ada di Indonesia. Kegiatan pelatihan ini direncanakan sampai pada gelombang ke 6 hingga bulan November 2023.(rel/fan)






