KOTA Sawahlunto dipilih oleh Disperindag Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk pelaksanaan Festival Batik Sumbar dengan tema “Batik Arang Dalam Pesona Warisan Dunia”.
Penyelenggaraan event yang bernilai seni ini merupakan program dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumbar bekerjasama dengan Dekranasda Sawahlunto serta didukung Kab/Kota se-Sumbar serta sponsor lain, bertempat di seputar lapangan Segitiga Kota Sawahlunto, yang dilaksanakan selama dua hari, 7-8 Oktober 2023.
Sekretaris Dekranasda Sumbar, Ridonal dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang selain sebagai usaha memperkenalkan dan mempromosikan batik lokal se-Sumbar kepada pecinta fashion juga akan memberikan nilai tambah dengan meningkatkan daya beli sehingga efeknya kesejahteraan bagi produsen batik se-Sumbar.
“Sesuai tema Batik Arang Dalam Pesona Warisan Dunia, maka dengan inovasi dan kreativitas para pengrajin yang menghasilkan produk berkualitas menarik wisatawan asing yang berkunjung untuk membelinya. Dikesempatan ini juga hadir produk batik dari 19 Kab/Kota menampilkan hasil terbaik dari daerahnya masing-masing. Bisa dilihat berbagai keanekaragaman motif-motif batik yang unik. Selain itu juga ada lomba desain busana batik tingkat Sumbar, lomba fashion show busana batik antar pelajar sekolah se-Kota Sawahlunto, festival membatik 100 persen Indonesia dan sejumlah kegiatan lain,”ujar Ridonal.
Ridonal juga menilai Sawahlunto sangat cocok untuk dijadikan event bergengsi Festival Batik Sumatera Barat. Kaitannya Kota Sawahlunto merupakan situs warisan dunia UNESCO, jadi mesti menawarkan banyak ciri khas, sehingga para turis dan wisatawan betah dan akan berulang datang ke Kota Sawahlunto dan sekitarnya. Peningkatan ekonomi masyarakat secara otomatis akan terjadi terutama pelaku UMKM.
Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny.dr. Erly Wirdayani Zefnihan, SpA,M.Biomed saat membuka fashion show busana batik antar pelajar dan pameran produk batik mengatakan Kota Sawahlunto bangga dan memberikan upaya terbaik sebagai tuan rumah maupun peserta dalam Festival Batik Sumbar itu.
“Sawahlunto juga mempunyai batik lokal, yang sekarang kita branding dengan nama batik arang. Alhamdulillah sekarang mengalami peningkatan produksi maupun pemasaran, Festival Batik sekarang menjadi salah satu sarana kita agar batik Arang semakin baik dan semakin banyak dikenal serta dibeli,” kata Ny. Erly Wirdayani Zefnihan.
Pj Wali Kota Sawahlunto Zefnihan menilai pagelaran festival batik Sumbar tersebut sebagai inovasi dalam upaya mengangkat potensi batik lokal serta meningkatkan gairah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumbar dan Sawahlunto khususnya.
“Terimakasih atas kepercayaan dari Dekranasda Provinsi kepada Sawahlunto sebagai tuan rumah. Hal ini senada dengan upaya Pemko menggairahkan sektor wisata dan UMKM pasca pandemi,” kata dia.
Pj Wako Zefnihan menyampaikan Pemko Sawahlunto bertekad melakukan tindak lanjut dari event tersebut sehingga meningkatkan pemasaran batik.
Usai fashion show tersebut, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para juara dari Lomba Desain Batik Sumbar dan Lomba Fashion Show Busana Batik Tingkat Pelajar Kota Sawahlunto.
Pemenang lomba fashion show yaitu, juara I diraih Kabupaten Pesisir Selatan, II Kabupaten Kepulauan Mentawai, III Kota Payakumbuh, Harapan I Kabupaten Pasaman Barat, Harapan II Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Harapan III Kota Bukittinggi. (***)






