VETERAN, METRO–Dinas Pertanian Kota Padang kembali melakukan vaksinasi rabies di halaman kantor Camat Padang Barat, Sabtu (7/10). Vaksinasi yang diperuntukkan untuk hewan peliharaan pembawa virus rabies, yakni kucing, anjing dan kera itu, juga merupakan lanjutan dari vaksinasi yang sudah dilakukan di Kecamatan Pauh beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan vaksin rabies, akhir pekan kemarin juga dalam rangka peringatan Hari Rabies se Dunia yang jatuh pada 28 September lalu. Pelaksanaan aksin rabies untuk mengantisipasi penularan rabies dari hewan ke manusia.
“Tingginya populasi anjing liar atau anjing yang dilepas liarkan oleh pemiliknya dan kurangnya kepedulian pemilik hewan dalam vaksinasi, maka perlu dilakukan upaya dan tindakan pencegahan terhadap ancaman rabies,” kata Kepala Dinas Pertanian, Yoice Yuliani.
Apalgi, katanya, pascakasus gigitan anjing gila terhadap 22 warga di Limau Manih Selatan, Kecamatan Pauh, pada 26 September lalu, maka Pemko gencar melakukan vaksinasi rabies.
Saat ini, Pemko Padang sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang dimana salah satu poinnya mengimbau pemilik hewan melakukan vaksinasi rabies. Apabila ada kasus gigitan pada manusia segera melapor ke Dinas Kesehatan Kota Padang dankepada Dinas Pertanian.
Di sisi lain kemarin, memperingati Hari Rabies se-Dunia dan untuk mengampanyekan serta mewujudkan dunia bebas rabies, Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang menargetkan tersebarnya sebanyak 500 dosis.
Pada kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Camat Padang Barat itu, sejak pagi sudah banyak didatangi oleh masyarakat yang ingin mendapatkan suntikan vaksin anti rabies terhadap peliharaannya.
Masyarakat antusias menghadiri dengan membawa berbagai macam hewan peliharaannya untuk mendapatkan suntikan vaksin dari petugas.
Sebelum mendapatkan vaksin, para pemilik peliharaan diharuskan untuk melakukan pendaftaran di lokasi yang telah ditentukan oleh panitia acara.
Yoice Yuliani mengatakan, di Indonesia, Kota Kita Padang mendapat target menyebar dosis kepada peliharaan masyarakat sebanyak 500 dosis. “Kita menargetkan sebanyak 500 dosis Vaksin Anti Rabies pada Hari Rabies Se-Dunia tahun 2023, yang diperuntukkan bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR) seperti Anjing Kucing dan Kera,” ungkapnya.
Dikatakannya lagi, kegiatan ini sejalan dengan terjadinya peristiwa mengamuknya seekor anjing yang menggigit puluhan masyarakat Kita Padang yang terjadi di Kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Selasa, (26/9) lalu.
“Saat itu Distan Kota Padang sudah mulai menggelar vaksin selama lima hari di sejumlah titik yang ada di Kecamatan Pauh, ada sekitar 200 dosis vaksin yang berhasil disebar,” ujar Yoice Yuliani.
Hewan-hewan peliharaan masyarakat yang dapat menularkan virus rabies kepada manusia, setidaknya dilakukan vaksin Anti Rabies minimal satu kali setiap tahunnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa, sebanyak 22 orang masyarakat Kota Padang yang berada di Kawasan Limau Manis Kecamatan Pauh, menjadi korban dari serangan seekor anjing yang dinyatakan positif rabies setelah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Veteriner Baso, Bukittinggi. (cr2)






