BERITA UTAMA

Bursa Cawapres Prabowo, Distribusi Suara Erick Thohir Lebih Merata

0
×

Bursa Cawapres Prabowo, Distribusi Suara Erick Thohir Lebih Merata

Sebarkan artikel ini
SOPIRI— Menhan Prabowo Subianto menyopiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ibu Negara Iriana Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir menggunakan Maung Pindad dalam kunjungan kerja ke Pabrik PT Pindad.

JAKARTA, METRO–Bursa calon pendamping Prabowo Su­bianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, semakin mengerucut. Sejumlah nama dari mulai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Menteri BUMN, Erick Thohir; hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Para­wansa, dinilai layak menjadi pendamping Ketua Umum Gerindra sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Lantas, siapa yang paling berpeluang? Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo menilai, dari ke­tiga nama tersebut, Erick paling menjanjikan.

“Berdasarkan survei teranyar lembaga kami, Prabowo lebih menjanjikan bersama Erick Thohir, bu­kan bersama Khofifah apa­lagi Airlangga,” kata Rio saat dihubungi wartawan, Jumat (6/10).

Rio mengatakan, da­lam peta politik, bisa dise­but, veruk suara Khofifah hanya berbasis di Jawa Timur (Jatim), sementara Erick kuat di Jatim, menjadi salah satu representasi Nahdlatul Ulama (NU), dan suaranya lebih merata di seluruh Indonesia, khu­susnya di luar Jawa dan tidak sebatas kalangan tertentu saja.

Ditambahkan Rio, Erick juga bisa merambah basis suara yang belum dimiliki Prabowo. Yakni generasi milenial, khususnya ma­sya­rakat sepakbola. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari keterlibatannya yang in­tensif dalam dunia sepak­bola, di mana sebelumnya Erick Thohir pernah menja­di Presiden Inter Milan.

Sejak berkiprah seba­gai Ketua Umum Pers­a­tuan Sepakbola Seluruh In­donesia (PSSI), Erick lang­sung menggebrak dengan sejumlah kebijakan dan langkah yang membawa perubahan positif. Fokus­nya pada pembinaan usia dini layak diapresiasi, m­e­ngingat keberhasilannya mendorong Timnas Indonesia U-17 dalam Piala Dunia U-17 2023.

“Ini semua memper­kuat modal sosial dan ke­kuatannya sebagai tokoh berpengaruh. Erick juga menguatkan Prabowo dari narasi dan isu perbaikan ekonomi, karena memiliki pe­ngalaman panjang di bi­dang ekonomi, saat ini men­jadi Menteri BUMN dan Ketua masyarakat Eko­nomi Syariah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menilai, di ban­ding dengan bakal cawap­res lain, Erick memiliki mo­dal sosial politik yang bisa memperkuat Cawapres baik dalam sukses peme­nangan maupun dalam sukses kepemimpinan.

“Dalam sukses peme­nangan, di samping ET (Erick Tohir) secara terito­rial pasti bisa memperkuat kemena­ngan di luar Jawa. Semen­tara itu, ET bisa diterima di semua pihak dan strata so­sial masya­rakat,” kata Igor.

“Sebutlah misalnya, Kelompok Milenial, ke­lompok Menengah, Aga­ma dan bahkan ke­lompok stra­tegis pemilih lainnya, se­per­ti komunitas sepak bola yang sangat panatik, serta masyarakat ekonomi sya­riah di mana ET jadi Ketua Umum-nya. Itu bisa men­jadi instrumen politik yang efektif, karena Umat Islam merupakan mayoritas pen­duduk Indonesia,” ujar­nya menam­bahkan.

Belum lagi, lanjut dia, rekam jejak Erick sebagai praktisi ekonomi pro­fesio­nal, menegaskan dia me­ma­hami masalah-masalah ekonomi, tidak hanya seka­dar praktis tetapi juga vi­sio­ner dalam menjawab tan­tangan bangsa ke depan.

“Ini penting mengingat, calon wakil presiden yang mendampingi capres Pra­bowo idealnya adalah so­sok yang paham masalah-masalah ekonomi secara komprehensif. Ini untuk meletakkan fondasi Indonesia 2045 sebagai negara maju,” terangnya.

Selain itu, Erick Thohir mampu mendapatkan du­ku­ngan dari para pendu­kung Presiden Joko Widodo (Jokowi), lantaran dia me­miliki hubungan dekat de­ngan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Harus dicatat bahwa Erick memiliki rekam jejak sebagai Ketua Tim Kam­panye Nasional (TKN) Jo­kowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 yang lalu, dan telah terbukti sukses. Hal ini tentu memberikan dam­pak positif terhadap potensi Erick Tho­hir dalam meng­himpun du­kungan dari pa­ra pendu­kung Jokowi di seluruh wila­yah Indonesia, dan tidak tersegmentasi di wilayah tertentu saja,” pung­kasnya.

Sementara itu, politisi Senior Partai Golkar, Rid­wan Hisjam menilai, Pra­bowo lebih cocok berpasa­ngan dengan Erick di Pil­pres 2024 nanti. Menurut dia, kehadiran Erick akan memperkuat soliditas dan konsolidasi dalam Koalisi Indonesia Maju, karena bukan kader partai politik.

“Di Koalisi Prabowo kan banyak ketua umum yang berpotensi jadi Ca­wapres. Selain Airlangga, ada Zulkifli Hasan (PAN), Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), dan Yusril Ihza Mahendra (PBB). Makanya, Prabowo harus mencari calon non parpol, agar tidak terjadi tarik menarik kepentinga,” jelas Ridwan.

Selain itu, sambung dia, penunjukan Airlangga se­ba­gai Cawapres Prabowo juga berpotensi melahirkan persoalan hukum. Sebab, Musyawarah Nasional (Mu­nas) Partai Golkar, telah memutuskan Airlangga sebagai bakal Capres di Pilpres 2024.

“Saya mendorong Mu­nas Luar Biasa, untuk men­cabut keputusan partai soal pe­netapan Airlangga seba­gai Capres. Ini akan menjadi persoalan hukum, jika Pra­bo­wo memilih Air­langga seba­gai Cawapres. Pasa­ngan Pra­bowo-Air­langga bisa ditarik ke ranah hukum, karena me­lawan keputusan Munas Par­tai Golkar,” tegas dia. (jpg)