BERITA UTAMA

Polda Sumbar Petakan 424 TPS Berstatus Rawan

1
×

Polda Sumbar Petakan 424 TPS Berstatus Rawan

Sebarkan artikel ini
RAKOR— Polda Sumbar menggelar rapat koordinasi lintas sekrotal untuk kesiapan Pengamanan Pemilu 2024.

PADANG, METRO–Dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu 2024, Polda Sumbar menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di ruang Jenderal Hoegeng Mapolda Sumbar, Jumat (6/10). Rakor tersebut dibuka dan dipimpin oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Kombes Pol Djajuli mewakili Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono.

Rakor lintas sektoral ini dihadiri oleh Forkopimda Sumbar, KPU Sumbar, Bawaslu Sumbar, Pejabat Utama Polda Sumbar, Kabag Ops dan Kasat Intel­kam Polres sejajaran, perwakilan pengurus partai polisik, serta tokoh ma­syarakat.

Karoops Polda Sumbar Kombes Pol Djajuli saat membacakan amanat Ka­polda Sumbar menyampaikan, dalam rapat koordinasi lintas sektoral ini membahas persiapan pelaksanaan Operasi Mantap Brata Singgalang 2023-2024 dalam rangka kesiapan Pengamanan Pemilu 2024.

Diketahui bersama, pa­da tahun 2024 Indonesia akan melaksanakan Pemilu serentak, dimana saat ini kita sudah berada dalam tahapan pemilu dan segera akan memasuki tahapan inti, meliputi pendaftaran dan penetapan calon presiden, wakil presiden, calon legislatif, dan calon anggota DPD.

“Polri sebagai pemelihara kamtibmas dan penegak hukum membutuhkan dukungan semua pihak untuk menciptakan rasa aman, mengatasi potensi kerawanan, dan memastikan pemilu berkualitas,” katanya.

Menurutnya, langkah-langkah yang perlu diambil, termasuk menjalin kerja sama erat dengan seluruh instansi pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu sangat penting dan esensial, sehingga dengan komitmen bersama, kita semua dapat menjalankan tugas pokok, fungsi dan peranan secara lebih efektif untuk mewujudkan kamtibmas yang terpelihara dan memastikan pemilu yang aman damai dan adil.

Baca Juga  Pemerintah Tetap Tegas Melarang Kegiatan Mudik, Moeldoko: Hanya Orang Berkepentingan Khusus yang Boleh

Untuk mewujudkan si­tuasi kamtibmas yang kondusif selama pemilu dan menciptakan Pemilu yang jujur dan adil, Polri melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Mantap Brata” akan dilaksanakan di seluruh wila­yah Indonesia dengan sa­saran mengamankan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu mulai partai politik, calon perorangan, hingga kegiatan ma­syarakat.

“Operasi kepolisian ter­­sebut akan dilaksanakan selama 222 hari terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2023. Kegiatan Operasi ini melibatkan instansi dan lembaga terkait dengan membentuk Satgas-satgas yakni Satgas Preem­tif, Preventif, Gakkum, Humas, Tindak dan Satgas Bantuan Operasi,” ujarnya.

Lanjut Karoops Polda Sumbar, Polri menyadari bahwa menciptakan rasa aman, tertib, nyaman dan terwujudnya pemilu yang sukses bukanlah tugas yang dapat dilakukan sen­diri, melainkan tanggung jawab bersama, sehingga rapat koordinasi lintas sektoral hari ini merupakan bukti kebersamaan untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sumbar.

“Pelaksanaan rapat koor­dinasi lintas sektoral ini sangat penting sebagai wujud sinergi dan tanggung jawab bersama dalam men­dukung kesuksesan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024.  Selain itu sinergi, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara semua lembaga/instansi harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga  2 Pengedar Terciduk Tarantula

Berdasarkan data yang sudah ditetapkan oleh KPU, ada 4.086.606 pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di 17.569  TPS yang tesebar pada 1.265 Nagari, Desa dan Kelurahan di 179 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten / Kota di Sumbar.

Kemudian, berdasarkan pemetaan yang sudah dilakukan oleh Polres jajaran sesuai dengan indikator yang sudah ditentukan terdapat TPS dengan kategori sangat rawan, 424 TPS kategori rawan dan sisanya 17.117  TPS kurang rawan.

“Dari data tersebut, kita telah memahami tantangan dan beban tugas yang akan dihadapi, sehingga untuk mengatasi tantangan tersebut, kita perlu menerapkan kebersama­an, sinergi, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi sebagai pendekatan yang efektif,” ungkapnya.

Dalam mengevaluasi pelaksanaan Operasi Mantap Brata Singgalang 2014 dan 2019, maka terdapat beberapa permasalahan yang pernah terjadi, dari permasalahan dalam pe­nyelenggaraan Pemilu sebelumnya dan potensi kerawanan yang terus beru­bah seiring dengan meningkatnya dinamika dalam penyelenggaraan pemilu setiap tahunnya.

“Untuk mencapai tujuan dari Operasi Mantap Brata Singgalang 2023-2024 sangat diperlukan kebersamaan, sinergitas, komunikasi dan koordinasi antar lembaga/instansi. Harapannya, permasalahan yang pernah terjadi tidak akan muncul kembali, namun apabila permasalahan tersebut timbul kembali kita harus bersiap menghadapinya dengan cepat dan risiko seminimal mungkin,” tutupnya. (rgr)