SOLOK/SOLSEL

Diduga Api Berasal dari Dapur, Kebakaran Rumah Kembali Terjadi di Solok Selatan

2
×

Diduga Api Berasal dari Dapur, Kebakaran Rumah Kembali Terjadi di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN— Warga dan petugas berusaha memadampan api yang menjilati tiap sudut rumah salah seorang warga di Jorong Lubuk Betung, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Kamis (5/10) sekitar pukul 10.10 WIB.

PADANG ARO, METRO–Kebakaran sebuah rumah kembali terjadi di Ka­bupaten Solok Selatan, tepatnya di Jorong Lubuk Betung, Nagari Lubuk Ma­lako, Kecamatan Sangir Jujuan.  Kabid Damkar Saolok Selatan, Arnonsyah menyebutkan, kebakaran terjadi pada Kamis (5/10) sekitar pukul 10.10 WIB. Api diduga berasal dari dapur.

“Kebekaran terjadi pa­da pagi menjelang siang. Pemilik rumah merupakan Umis (60) yang menganguskan rumah semi permanen miliknya,” katanya..

Selanjutnya, Arnonsyah menyebutkan, kronologis kejadian kebakaran diduga api berasal dari dapur rumah. “Diduga, asap muncul pertama kali dari dapur dan percikan api mulai menyambar pada bagian kayu kuda kuda rumah tersebut,” tuturnya.

Baca Juga  Layanan Premium PLN makin Dinikmati Masyarakat

Akibatnya, api melalap habis seluruh isi ruangan rumah dan barang barang tidak dapat diselamatkan. “Saat ini musibah kebakaran itu masih diselidiki pihak berwajib. Banyak ba­rang di rumah yang tidak bisa diselamatkan dan hangus dimakan api,” ujarnya.

Sementara itu, api dapat segera dipadamkan oleh regu dari Posko 3 dan regu Posko 1 Padang Aro. “Petugas damkar sudah bekerja maksimal agar api tidak menjalar ke rumah tetangga. Dan api dapat dipadamkan dan tidak ada korban jiwa namun kerugian mencapai ratusan juta,” tuturnya.

Baca Juga  Pengembangan Objek Wisata Solsel Dibantu Pusat, Kemendes PDTT Kucurkan Rp1,4 M untuk Camintoran

Sebelumnya, kebakaran rumah permanen juga terjadi di Jorong Batang Limpaung Taratak Paneh, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan pada Selasa (3/10) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Api menghanguskan rumah permanen dan kerugian mencapai ratusan juta. (ped/rel)